Perang Iran Picu Debat Keamanan Taiwan, Oposisi Dorong Dialog dengan China

Oleh Zahra Zahwa pada 07 Apr 2026, 18:54 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Perang Iran kembali memicu perdebatan keamanan di Taiwan saat banyak warga mempertanyakan seberapa jauh dukungan United States dapat bertahan.

Selama libur Qingming, diskusi itu muncul lagi di meja makan keluarga dan ruang publik. Namun, kali ini situasinya terasa lebih mendesak.

Sebagian warga menilai konflik di Iran dapat membagi fokus Washington ke banyak kawasan sekaligus. Karena itu, keterlambatan pengiriman senjata menjadi sorotan utama.

Kekhawatiran juga meningkat karena pendekatan Presiden Donald Trump dinilai semakin transaksional terhadap sekutu.

Di saat yang sama, Ketua oposisi utama Taiwan, Cheng Li-wun, memulai kunjungan enam hari ke China.

Kunjungan itu berpotensi menghadirkan pertemuan penting dengan Xi Jinping di Beijing.

Jika pertemuan terjadi, itu akan menjadi kontak resmi pertama antara ketua aktif Kuomintang dan pemimpin tertinggi China dalam sepuluh tahun terakhir.

Selain itu, agenda tersebut berlangsung menjelang pertemuan Trump dan Xi pada Mei mendatang. Taiwan diperkirakan menjadi salah satu topik utama.

Cheng menyebut lawatannya sebagai upaya meredakan ketegangan lintas selat. Ia menegaskan bahwa perang bukan takdir antara Taipei dan Beijing.

Menurutnya, hubungan kedua pihak masih bisa bergerak menuju suasana yang lebih hangat.

Namun, tekanan juga datang dari Washington. Pada hari yang sama, senator bipartisan Amerika tiba di Taipei untuk mendesak parlemen menyetujui paket pertahanan senilai 40 miliar dolar AS.