JAKARTA, Cobisnis.com – Peris.ai meraih IN-Apps Digital Award 2026 kategori Platform Teknologi Keamanan Siber dalam rangkaian Indonesia Apps Summit (IN-Apps) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Penghargaan tersebut diserahkan pada 14 September 2026 dan menjadi salah satu dari 13 penghargaan dalam kategori berbeda pada ajang yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Penghargaan diterima Co-Founder dan CEO Peris.ai David Samuel bersama CEO Office Head Peris.ai David Nathan. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya dalam rangkaian IN-Apps 2026.
IN-Apps Digital Award 2026 merupakan bentuk apresiasi terhadap inovasi dalam ekosistem aplikasi dan teknologi digital Indonesia. Sebanyak 13 kategori penghargaan dinilai berdasarkan enam aspek melalui proses kurasi yang melibatkan lima dewan juri, dengan Peris.ai terpilih pada kategori Platform Teknologi Keamanan Siber.
Penghargaan Peris.ai hadir di tengah meningkatnya peran aplikasi dan teknologi digital dalam perekonomian nasional. Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat subsektor aplikasi membukukan investasi sebesar Rp54,18 triliun pada 2025 dan menjadi penyumbang investasi terbesar di sektor ekonomi kreatif.
IN-Apps 2026 mengusung tema “Application as the New Engine of Growth” yang menempatkan aplikasi sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif digital Indonesia. Dalam perkembangan tersebut, keamanan siber menjadi bagian penting dari fondasi ekosistem digital yang semakin terhubung.
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi yang turut hadir dalam IN-Apps 2026 menegaskan bahwa “keamanan bukanlah opsi, melainkan fondasi utama dan pembangun kepercayaan.” Menurutnya, percepatan adopsi aplikasi perlu berjalan bersama penerapan standar keamanan yang kuat.
Dalam kegiatan yang sama, Teuku Riefky Harsya bersama Nugroho Sulistyo Budi turut mengunjungi booth Peris.ai. Berdasarkan dokumentasi perusahaan, keduanya melihat Brahma Fusion, platform keamanan siber berbasis Agentic AI dan hyperautomation yang dikembangkan Peris.ai untuk membantu organisasi mempercepat investigasi dan respons terhadap ancaman siber.
Brahma Fusion menghubungkan berbagai fungsi dan perangkat keamanan dalam satu alur kerja dengan memanfaatkan AI dan otomasi untuk mengurangi pekerjaan berulang. Pendekatan tersebut dirancang untuk membantu tim keamanan menangani insiden lebih cepat sekaligus memusatkan perhatian pada keputusan yang membutuhkan analisis manusia lebih lanjut.
Bagi Peris.ai, IN-Apps Digital Award 2026 menjadi pengakuan atas pengembangan teknologi keamanan siber berbasis AI dari Indonesia. Perusahaan menyebut momentum tersebut memperkuat arah pengembangan teknologi keamanan yang relevan dengan kebutuhan organisasi di tengah pertumbuhan aplikasi, AI, dan ekosistem digital.
IN-Apps 2026 berlangsung pada 14–15 September 2026 dengan mempertemukan pemerintah, pelaku industri teknologi, perusahaan aplikasi, komunitas, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menuju World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.