Pertamina Bangun Biorefinery Cilacap, Investasi Capai Rp19,3 Triliun

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 11 Sep 2026, 12:55 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan investasi US$1,1 miliar atau sekitar Rp19,3 triliun untuk membangun Biorefinery Cilacap. Proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan produksi sustainable aviation fuel atau SAF yang dikenal sebagai bioavtur.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Hermawan Budiantoro, mengatakan nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai US$1,1 miliar. “Nilai total investasi estimasinya kira kira mencapai sekitar US$1,1 miliar,” ujar Hermawan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026).

Saat ini, SAF diproduksi melalui unit Treated Distillate Hydrotreating atau TDHT di Kilang Pertamina Cilacap. Kapasitas produksinya mencapai 27 kiloliter per hari.

Melalui pembangunan kilang baru, kapasitas produksi SAF ditargetkan meningkat hingga 887 kiloliter per hari. Angka tersebut berarti tambahan produksi sebesar 860 kiloliter per hari atau meningkat sekitar 3.185% dari kapasitas saat ini.

Pertamina telah melaksanakan groundbreaking Proyek Biorefinery Cilacap Fase 2 pada Februari 2026. Proyek ini disebut sebagai standalone dedicated green refinery pertama di Indonesia.

Pada 2026, Pertamina masih menjalankan proses Final Investment Decision atau FID dan process partnership untuk proyek tersebut. Tahap Engineering, Procurement, and Construction atau EPC ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

Fasilitas Biorefinery Cilacap ditargetkan dapat beroperasi penuh pada 2029. Proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 17,5 hektare.

Selain meningkatkan produksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan, proyek ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi lebih luas. Fasilitas tersebut diperkirakan dapat memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto atau PDB nasional hingga Rp199 triliun.

Dari sisi lingkungan, kilang hijau tersebut diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga 600 ribu ton setara CO2 setiap tahun. Proyek ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan energi yang lebih rendah emisi.

Pembangunan Biorefinery Cilacap ditargetkan menyerap sekitar 5.900 tenaga kerja. Proyek tersebut juga menetapkan target Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN sebesar 30%.

Dengan investasi Rp19,3 triliun, Pertamina menempatkan Biorefinery Cilacap sebagai salah satu proyek penting untuk meningkatkan kapasitas bioavtur. Fasilitas ini diharapkan memperkuat produksi SAF sekaligus memberikan dampak terhadap ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.