Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman di Tengah Dampak El Nino

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 11 Sep 2026, 14:19 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak atau BBM kepada masyarakat tetap berjalan di tengah kekeringan akibat fenomena El Nino. Perusahaan telah menyiapkan skenario khusus untuk mengantisipasi gangguan distribusi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan perusahaan berkomitmen menjaga pasokan BBM tetap tersalurkan. “BBM-nya semaksimal mungkin kami berkomitmen untuk menyampaikan,” ujar Roberth di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026).

Kekeringan akibat El Nino membuat sejumlah sungai mengalami penurunan kondisi hingga mengganggu jalur pelayaran kapal pengangkut BBM. Kondisi ini membuat Pertamina harus menyesuaikan pola distribusinya.

Roberth mengatakan Pertamina mengaktifkan rencana kontingensi untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Jalur distribusi yang sebelumnya menggunakan transportasi air dialihkan melalui jalur darat.

“Kalau kita melihat biasanya sungai, salah satunya adalah sungai yang kemudian digunakan untuk jalur kapal mengirimkan BBM, ternyata kering. Mau tidak mau, kita harus melakukan yang namanya contingency plan,” kata Roberth.

Dalam skenario tersebut, pasokan BBM dikirim menggunakan mobil tangki. Perubahan jalur ini dilakukan agar distribusi tetap berjalan meski akses melalui sungai mengalami kendala.

Namun, penggunaan jalur darat membuat waktu tempuh distribusi berpotensi lebih lama. Jika pengiriman melalui sungai dapat ditempuh sekitar satu hari, distribusi menggunakan mobil tangki bisa membutuhkan waktu lebih dari satu hari.

“Kalau lewat sungai misalnya satu hari, tapi kalau lewat darat dengan menggunakan mobil tangki kemungkinan lebih dari satu hari,” ujar Roberth.

Di tengah potensi perlambatan distribusi, Pertamina mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan hemat. Perusahaan juga mengingatkan agar kondisi kekeringan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang mencari keuntungan secara tidak wajar.

Roberth secara khusus menyoroti potensi pembelian BBM secara berulang di SPBU untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Menurutnya, praktik tersebut dapat merugikan masyarakat yang membutuhkan pasokan energi.

“Ini kami sangat menyayangkan, bagaimana masyarakat sudah berhadapan dengan El Nino, mereka butuh energi, tapi kemudian ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan,” ujar Roberth.