Petrokimia Gresik Soroti Talenta Hijau di New York

Oleh Rizki Meirino pada 24 Sep 2026, 10:47 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Petrokimia Gresik (Persero) membawa pengalaman transformasi industri dan pertanian berkelanjutan Indonesia ke forum global di New York, Amerika Serikat. Kehadiran Petrokimia Gresik menjadi bagian dari kiprah perusahaan dalam mendorong inovasi keberlanjutan, termasuk GladiAgro: Next-Gen Soil Revival yang meraih penghargaan tertinggi dalam SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menghadiri 2026 UN Private Sector Forum di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, pada Minggu (20/9) waktu setempat. Forum yang mempertemukan sekitar 150 pemimpin senior dunia usaha, pemerintah, dan PBB tersebut membahas percepatan transisi menuju energi yang bersih, adil, dan aman.

Forum yang diselenggarakan UN Global Compact tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PBB António Guterres. Dalam agenda tersebut, berbagai tantangan transisi energi global dibahas, mulai dari investasi, infrastruktur, kebijakan, hingga kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat implementasi energi bersih.

Daconi kemudian menjadi pembicara dalam forum Global Talent for Sustainable Development di KJRI New York pada Senin (21/9) waktu setempat. Ia menekankan pentingnya kesiapan talenta Indonesia dalam menghadapi pertumbuhan green jobs dan transformasi industri hijau yang membutuhkan penguatan kompetensi tenaga kerja.

“Transformasi menuju ekonomi hijau pada dasarnya juga merupakan transformasi tenaga kerja. Investasi pada teknologi harus berjalan bersama dengan investasi pada manusia,” ujar Daconi. Ia juga mengajak talenta Indonesia yang belajar dan bekerja di luar negeri membawa pengetahuan, pengalaman, serta jejaring global untuk berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

Petrokimia Gresik dinilai memiliki posisi pada dua sisi transformasi, yakni sebagai industri pupuk dan kimia yang terus meningkatkan efisiensi serta menurunkan intensitas karbon, sekaligus menghasilkan produk dan inovasi yang berkaitan dengan produktivitas petani serta kesehatan tanah. Salah satunya melalui GladiAgro yang dikembangkan untuk menjawab persoalan menurunnya kesehatan tanah berdasarkan pengujian terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016.

Hasil pengujian tersebut menunjukkan 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik yang rendah. Dalam implementasinya, GladiAgro memanfaatkan Petro Gladiator sebagai dekomposer berbasis mikroba unggul untuk mempercepat penguraian limbah pertanian dan bahan organik menjadi nutrisi organik yang dikembalikan ke lahan untuk membantu meningkatkan kandungan bahan organik serta memperbaiki struktur tanah.

Dalam forum di KJRI New York, Daconi juga membawa perspektif “Green Jobs: From Green Transformation to Green Talent”. Menurutnya, transformasi industri rendah karbon turut mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja, mulai dari pemahaman mengenai efisiensi energi, energi terbarukan, manajemen karbon, dan teknologi rendah karbon hingga kemampuan di bidang teknik, lingkungan, pertanian, digital, data, keuangan, dan bisnis.

Petrokimia Gresik menjalankan transformasi operasional melalui roadmap dekarbonisasi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Untuk target jangka pendek 2030, perusahaan menargetkan penurunan emisi 30 persen dibandingkan skenario Business as Usual sebesar 3,46 juta ton CO₂e melalui efisiensi energi dan utilitas, penggunaan sumber energi lebih bersih, pemanfaatan energi terbarukan dan CO₂, serta pengembangan teknologi rendah karbon.

Salah satu rencana yang tengah dikaji adalah pengembangan green hydrogen untuk mendukung produksi hybrid green ammonia berkapasitas 250 MTPD bersama Pupuk Indonesia. Daconi menilai penguatan talenta harus berjalan seiring dengan transformasi operasional melalui reskilling, upskilling, pengalaman industri, serta kolaborasi antara industri, pemerintah, perguruan tinggi, dan talenta Indonesia di dalam maupun luar negeri.