JAKARTA, Cobisnis.com – Buah sering dijadikan pilihan utama saat menjalani program diet karena kaya nutrisi dan praktis dikonsumsi. Meski begitu, tidak semua buah aman untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, terutama jika dikonsumsi berlebihan.
Mengutip Verywell Health, sejumlah buah diketahui memiliki kandungan gula alami yang relatif lebih rendah dibandingkan buah lainnya. Jenis buah ini tetap menyediakan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan, sehingga cocok dijadikan menu harian tanpa mengganggu pola diet.
Berikut beberapa buah rendah gula yang bisa menjadi pilihan lebih aman bagi pelaku diet.
Semangka
Meski rasanya manis dan menyegarkan, semangka tergolong rendah gula dengan kisaran 9–10 gram per cangkir. Kandungan airnya yang tinggi juga membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Stroberi
Stroberi dikenal sebagai salah satu buah dengan kadar gula paling rendah. Dalam satu cangkir stroberi terdapat sekitar 7 gram gula, sekaligus kaya vitamin C dan serat yang mendukung pencernaan.
Pir
Pir memiliki rasa manis alami, namun kadar gulanya masih tergolong rendah jika dikonsumsi dalam porsi sedang, sekitar 10–12 gram per buah. Buah ini juga membantu melancarkan sistem pencernaan berkat kandungan seratnya.
Jeruk Mandarin
Jeruk keprok atau mandarin termasuk buah sitrus dengan gula yang relatif rendah, sekitar 9–10 gram per buah ukuran sedang. Selain menyegarkan, jeruk mandarin kaya vitamin C untuk daya tahan tubuh.
Ceri
Ceri mengandung sekitar 8 gram gula per cangkir dan kaya akan antioksidan. Konsumsi dalam jumlah wajar dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus tetap ramah untuk diet.
Melon
Berbagai jenis melon memiliki kadar gula sekitar 8–11 gram per cangkir. Selain rendah gula, melon juga tinggi kandungan air dan mengandung vitamin A serta C.
Delima
Biji delima mengandung sekitar 12 gram gula per cangkir. Meski sedikit lebih tinggi dibanding beberapa buah lain, delima tetap tergolong rendah gula dan kaya antioksidan yang baik untuk kesehatan sel.
Apel
Apel memiliki kadar gula sekitar 13–15 gram per buah sedang. Namun, serat larut di dalamnya membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah, sehingga dampaknya lebih ringan bagi kadar gula darah.
Perlu diingat, buah dengan kadar gula lebih tinggi bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Kunci utamanya adalah mengatur porsi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh, terutama bagi yang sedang diet atau memiliki kondisi tertentu seperti diabetes.