Seberapa Eskapis Seharusnya Dunia Mode?

Oleh Zahra Zahwa pada 12 Mar 2026, 08:23 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia mode kerap menjadi bentuk pelarian dari realitas yang suram ketika perang, ketimpangan sosial, dan berbagai krisis global terus membayangi kehidupan masyarakat.

Pekan Mode Paris yang berlangsung baru-baru ini memperlihatkan bagaimana banyak desainer menghadirkan koleksi yang ceria, unik, dan penuh keindahan sebagai cara menciptakan distraksi dari situasi dunia yang tidak menentu.

Salah satu contohnya terlihat pada koleksi busana wanita terbaru Dior di bawah arahan direktur kreatif Jonathan Anderson yang menampilkan gaun berhiaskan bulu, warna-warna cerah, serta desain elegan yang menarik perhatian pembeli kaya, pengamat mode daring, hingga kritikus fashion.

Pendekatan yang menonjolkan estetika juga tampak pada Chanel yang memamerkan berbagai variasi setelan rok klasik dengan sentuhan payet pastel dan kombinasi jaket modern sehingga menghasilkan tampilan yang tetap elegan namun terasa lebih santai.

Beberapa rumah mode lain seperti Dries Van Noten dan Hermès juga menunjukkan bahwa keindahan visual dalam busana masih menjadi faktor penting untuk menarik minat konsumen di tengah kondisi industri mode mewah yang sedang tidak stabil.

Namun tidak semua koleksi berhasil memberikan dampak kuat karena sebagian desainer dinilai menghadirkan konsep yang terlalu berlebihan atau kurang relevan dengan kebutuhan nyata para pemakai.

Di tengah berbagai pendekatan tersebut, banyak pengamat menilai bahwa perpaduan antara keindahan visual dan pendekatan yang lebih praktis menjadi formula terbaik agar dunia mode tetap menarik sekaligus relevan di masa yang penuh ketidakpastian.