Prabowo Kembali Wacanakan Penghematan Besar-besaran demi Kesejahteraan Masyarakat

Oleh Hidayat Taufik pada 22 Oct 2026, 09:35 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memperketat penghematan anggaran negara ditujukan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperlukan agar dana pemerintah dapat dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih prioritas.

"Artinya bahwa kalau kita melakukan, menjalankan kehidupan berbangsa bernegara ini, salah satunya APBN. APBN itu terus kita melakukan upaya-upaya efisiensi dan penghematan," ujar Suahasil di Istana Kepresidenan, Jakarta,  (21/10/2026) malam

Ia menambahkan, penghematan anggaran diharapkan dapat memperkuat pembiayaan berbagai program yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

"Supaya kita bisa membiayai items-items pengeluaran negara yang memang diperlukan untuk kesejahteraan masyarakat. Maksudnya begitu," sambungnya, dikutip dari berbagai sumber,  Kamis (22/10/2026).

Mengenai kondisi pasar modal Indonesia yang tengah menghadapi sorotan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), Suahasil menyatakan bahwa pengawasan menjadi kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kementerian Keuangan, kata dia, mendukung upaya pengawasan terhadap aktivitas perdagangan serta penjagaan integritas pasar modal.

Sementara itu, Prabowo kembali membuka kemungkinan penerapan penghematan anggaran dalam skala besar. Pernyataan tersebut disampaikan saat menutup Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

"Saudara-saudara sekalian kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran. Kita lebih hemat lagi nanti," tegas Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan maupun tantangan dari pihak mana pun. Ia menyebut keberanian, kekuatan, dan semangat pantang menyerah sebagai modal bangsa dalam menghadapi berbagai persoalan.

Prabowo turut menyinggung berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, termasuk persoalan di pasar modal. Ia menegaskan pemerintah akan terus berupaya memenuhi harapan masyarakat di tengah beragam hambatan yang Muncul.