Prabowo Targetkan Indonesia Hentikan Impor Minyak dan LPG

Oleh Hidayat Taufik pada 26 Aug 2026, 12:19 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan ambisinya untuk membawa Indonesia menuju kemandirian energi.

Pemerintah berupaya mengurangi hingga menghentikan ketergantungan terhadap pasokan minyak dan LPG dari luar negeri.

"Pernyataan itu disampaikan Prabowo ketika meresmikan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (26/8/2026).

Prabowo mengatakan Indonesia memiliki berbagai sumber energi yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Potensi tersebut meliputi energi surya, panas bumi, gas alam, hingga minyak.

"Dengan 100 Gigawatt, dengan geotermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah temukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus ya.

Kita tidak boleh impor lagi satu barrel pun minyak," jelas Prabowo sebagaimana disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa.

"Kita tidak boleh impor lagi, Insya Allah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi," sambungnya.

Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Menurut Prabowo, pembangunan PLTS 100 GWp menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada negara lain.

Ia berharap optimalisasi berbagai sumber daya energi nasional dapat membuat Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri.

"Saya tidak mau banyak bicara, tapi intinya 100 GW kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apapun di bagian manapun dunia," ujarnya.

Program PLTS 100 GWp ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Prabowo meminta seluruh pihak memastikan target tersebut tidak berhenti pada rencana, tetapi diwujudkan melalui hasil yang nyata.

"Kita buktikan lagi, nanti tiga tahun lagi kita kumpul lagi. Kita sekarang selalu bicara dengan bukti," ucap Prabowo.

Prabowo juga meyakini pencapaian swasembada energi bisa dilakukan lebih cepat dari target apabila seluruh unsur terkait menjalankan perannya secara optimal.

"Terima kasih semua unsur, hari ini hari penting, kita launching dan saya percaya mungkin kurang dari tiga tahun kita akan sampai swasembada energi," tutur Prabowo.