Psikolog Ungkap Manfaat Makan Bersama bagi Kecerdasan Anak

Oleh Hidayat Taufik pada 10 Oct 2026, 10:01 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Makan bersama keluarga dapat menjadi cara sederhana bagi orangtua untuk mendukung tumbuh kembang anak. Selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, kebiasaan ini juga membuka ruang bagi anak untuk belajar berkomunikasi, memahami emosi, dan membangun hubungan sosial.

Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia sekaligus Executive Director Indonesia Health Development Center (IHDC), dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, menjelaskan bahwa kebiasaan makan yang positif memberikan manfaat bagi anak dalam beberapa aspek perkembangan.

“Ketika kita melakukan perilaku makan yang baik pada anak, kita bisa nembak sekaligus itu tiga jalur, biologis, stimulasi dan family environment,” kata Ray saat ditemui dalam acara “Pencernaan Sehat dan Stimulasi Tepat” dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (10/10/2026).

Anak Meniru Kebiasaan Makan Orangtua

Menurut Ray, waktu makan tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar tubuh. Aktivitas ini juga menjadi kesempatan bagi anak untuk mempelajari perilaku orang-orang di sekitarnya.

“​​Kemudian cara kita makan itu ternyata adalah stimulasi yang paling esensial. Salah satu stimulasi paling esensial,” papar Ray.

Anak, khususnya pada usia balita, cenderung mudah meniru kebiasaan yang dilihatnya setiap hari. Oleh karena itu, perilaku orangtua saat makan dapat menjadi contoh yang membentuk kebiasaan anak.

“Yang namanya pola makan itu salah satu tipe perilaku yang paling gampang di-copy paste oleh balita,” katanya.

Orangtua dapat memanfaatkan momen ini dengan mengajak anak duduk bersama di meja makan. Selain menyantap hidangan bersama dengan porsi sesuai kebutuhan masing-masing, keluarga juga bisa membangun komunikasi tanpa terdistraksi telepon seluler maupun gawai.

Mengembangkan Kecerdasan Lewat Aktivitas Sederhana

Senior Psikolog Klinis, Ratih Ibrahim, M.M, menuturkan bahwa stimulasi untuk mendukung perkembangan anak tidak harus selalu dilakukan melalui permainan atau kegiatan pembelajaran khusus. Rutinitas sehari-hari di rumah juga dapat memberikan manfaat serupa.

“Pada saat kita memberikan satu stimulasi itu makan itu semua aspek kecerdasan juga berkembang,” ujar Ratih.

Ia menjelaskan, makan bersama memungkinkan anak memperoleh manfaat dari asupan nutrisi sekaligus belajar melalui interaksi dengan orangtua dan anggota keluarga lainnya.

“Pada saat dia dapat, sama-sama dapat makanan untuk inteligensinya, untuk belajar karena nutrisinya dapat, emosinya dapat, sosialnya dapat,” kata Ratih.

Melalui interaksi tersebut, anak berkesempatan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, mengenali perasaan, memahami orang lain, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya.

Dengan demikian, kecerdasan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademis. Aspek emosional dan sosial juga menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang yang perlu mendapat perhatian orangtua.

Jadikan Makan Bersama Kebiasaan Keluarga

Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, orangtua terkadang kesulitan menyediakan waktu khusus untuk mendampingi anak. Namun, makan bersama dapat menjadi pilihan praktis karena kegiatan tersebut sudah menjadi bagian dari rutinitas keluarga.

Ratih menilai, satu aktivitas sederhana bisa memberikan beragam manfaat apabila dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk berinteraksi dan mendukung perkembangan anak.

“Makan bersama-sama adalah salah satu cara stimulasi yang dengan satu kegiatan yang sangat menyenangkan dapatnya banyak,” ujar Ratih.

Ia juga mengingatkan bahwa kebersamaan dengan anak sebaiknya dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mendukung perkembangannya, bukan hanya kegiatan yang dilakukan saat orangtua sedang senggang.

“Jadi kami bukan meluangkan waktu, menginvestasikan waktu karena stimulasi,” kata Ratih.

Senada dengan itu, Ray mendorong orangtua agar menjadikan waktu makan sebagai bagian penting dari kegiatan harian bersama anak.

“Tugas orangtua memastikan supaya proses makan adalah proses yang paling produktif yang dilewati anak setiap hari bersama orangtua,” ujar Ray.

Ray menyarankan keluarga mengusahakan setidaknya satu kali makan bersama setiap hari. Kebiasaan ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memberi kesempatan kepada anak untuk meniru perilaku positif, belajar berkomunikasi, dan mempererat hubungan dengan keluarga.