JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang pria asal Amerika Serikat, James Whitaker, membuat publik terkejut setelah memilih menjalani hukuman penjara ketimbang mengembalikan uang miliaran rupiah yang salah transfer ke rekening pribadinya.
Kasus ini bermula saat perusahaan keuangan Unity Financial secara tidak sengaja menyetorkan dana sebesar 1,1 juta dolar AS ke rekening Whitaker. Jika dikonversi, jumlah tersebut setara sekitar Rp17,4 miliar.
Alih-alih melaporkan kesalahan administrasi tersebut, Whitaker justru mempertahankan dana itu. Keputusan ini diambil meski ia mengetahui uang tersebut bukan haknya secara hukum.
Pria berusia 34 tahun itu kemudian berhadapan dengan proses hukum. Pihak perusahaan melaporkan kasus ini setelah dana yang dikirim tidak kunjung dikembalikan.
Dalam persidangan, hakim memberi dua opsi utama kepada Whitaker. Ia diminta mengembalikan seluruh dana atau menerima hukuman pidana penjara selama satu tahun.
Secara mengejutkan, Whitaker memilih opsi kedua. Ia lebih memilih menjalani hukuman penjara dibanding harus mengembalikan uang jutaan dolar yang diterimanya secara keliru.
Keputusan ini memicu perhatian luas di Amerika Serikat. Banyak pihak menilai langkah tersebut sebagai keputusan keuangan yang sangat ekstrem dan nekat.
Dari sudut pandang hukum, tindakan Whitaker tergolong penguasaan dana tanpa hak. Kesalahan transfer tidak menghapus kewajiban penerima untuk mengembalikan dana tersebut.
Kasus ini juga menyoroti isu moralitas dalam pengelolaan keuangan pribadi. Di tengah tekanan ekonomi global, keputusan semacam ini memicu perdebatan publik yang tajam.
Sebagian pihak menilai hukuman penjara satu tahun tidak sebanding dengan nilai uang yang dipertahankan. Namun ada pula yang menilai keputusan tersebut tetap mencerminkan pelanggaran etika serius.
Kasus Whitaker menjadi pengingat bahwa kesalahan sistem keuangan tetap memiliki konsekuensi hukum. Penerima dana salah transfer tetap dibebani tanggung jawab hukum dan moral.
Peristiwa ini sekaligus menegaskan pentingnya integritas dalam sistem keuangan modern. Kepercayaan publik menjadi fondasi utama dalam setiap transaksi bernilai besar.