Sanksi Baru AS-China Warnai Persiapan Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Oleh Zahra Zahwa pada 07 Aug 2026, 15:08 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Hubungan Amerika Serikat dan China kembali memanas menjelang rencana kunjungan Xi Jinping ke AS bulan depan. Jalan menuju pertemuan tersebut kini menghadapi tantangan baru. Kedua negara kembali menerapkan sanksi secara berbalasan.

Beijing mengumumkan sejumlah langkah terhadap perusahaan dan kepentingan AS. China menyebut kebijakan tersebut sebagai respons terhadap tindakan Washington yang dianggap keliru.

Sebelumnya, AS melarang impor robot humanoid baru yang sebagian besar diproduksi di China. Selain itu, Washington menjatuhkan sanksi terhadap operator pelayaran China. Operator tersebut dituduh menangani bahan bakar dari Iran.

AS juga memasukkan lebih dari 40 perusahaan China ke dalam daftar entitas. Pemerintah AS mengaitkannya dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Sementara itu, Pentagon menambahkan dua universitas sipil terkemuka China ke dalam daftar hitam. Washington juga mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan AI China.

Karena itu, Beijing mengatakan tidak memiliki pilihan selain mengambil tindakan balasan yang diperlukan.

Kementerian Perdagangan China kemudian mengumumkan sanksi terhadap tujuh perusahaan AS. Beijing juga memperketat kontrol ekspor drone dan teknologinya ke AS.

Selain itu, China membuka penyelidikan terhadap sejumlah peralatan kantor yang menggunakan perangkat lunak asing. Rangkaian sanksi tersebut muncul hanya beberapa pekan sebelum rencana kunjungan Xi ke Amerika Serikat.

Kini, ketegangan ekonomi kedua negara menimbulkan pertanyaan baru. Salah satunya adalah apakah konflik sanksi tersebut dapat mengganggu rencana pertemuan Trump dan Xi.