Selat Hormuz Memanas! Iran Serang Tanker UEA, Saudi Bereaksi Keras

Oleh Hidayat Taufik pada 09 Aug 2026, 13:08 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kapal tanker milik perusahaan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi sasaran serangan militer Iran di Selat Hormuz.

Serangan tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2026) saat kapal tanker milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) melintas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Pemerintah UEA mengecam keras serangan itu. Abu Dhabi menilai tindakan Iran sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi di perairan internasional.

Kementerian Luar Negeri UEA menyebut penargetan kapal komersial serta penggunaan Selat Hormuz sebagai alat tekanan ekonomi dapat mengancam stabilitas kawasan dan keamanan energi global.

UEA juga menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ancaman serius terhadap keselamatan pelayaran internasional.

Arab Saudi turut mengecam serangan terhadap kapal tanker UEA tersebut. Riyadh menilai aksi Iran berpotensi mengganggu keamanan pelayaran serta kelancaran pasokan energi global.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan Iran harus bertanggung jawab atas dampak dari tindakan militernya dan meminta Teheran segera menghentikan serangan yang dinilai dapat memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Arab Saudi juga menyatakan dukungan kepada UEA dalam menjaga kedaulatan dan kepentingannya. Riyadh menegaskan kembali penolakannya terhadap tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memengaruhi distribusi minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas energi global.