Spanyol Perketat Pengamanan Ceuta, 2.000 Tentara Disiagakan Hadapi Migran

Oleh Hidayat Taufik pada 09 Aug 2026, 11:08 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Spanyol meningkatkan pengamanan di Ceuta, wilayah enklave Spanyol yang berada di Afrika Utara dan berbatasan dengan Maroko. Pengetatan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang kedatangan migran dalam jumlah besar.

Sebanyak 300 polisi antihuru-hara dan sekitar 2.000 personel militer disiagakan di wilayah tersebut. Pengerahan aparat dilakukan setelah muncul sejumlah seruan melalui media sosial yang mengajak migran masuk ke Ceuta secara massal pada 15 Agustus 2026.

Dikutip dari Antara, Sabtu (8/8/2026), Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan aparat keamanan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi gangguan baru.

Kementerian Pertahanan Spanyol juga memastikan pasukan yang saat ini berada di Ceuta akan tetap bertugas sampai terdapat keputusan lebih lanjut mengenai penarikan mereka.

Langkah pengamanan tersebut menyusul gelombang kedatangan migran dari Maroko yang terjadi di Ceuta pada akhir Juli. Situasi itu membuat otoritas Spanyol meningkatkan pengawasan di sepanjang wilayah perbatasan.

Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska sebelumnya menyebut sekitar 72.000 migran telah masuk ke wilayah Spanyol di kawasan pesisir Afrika Utara. Dari jumlah tersebut, sekitar 70.000 orang dilaporkan telah dikembalikan ke Maroko.

Di sisi lain, otoritas Maroko memperkirakan jumlah orang yang berhasil memasuki Ceuta dalam gelombang tersebut mencapai sekitar 40.000 orang.

Dengan adanya seruan migrasi baru pada pertengahan Agustus, pemerintah Spanyol kembali meningkatkan kesiapan personel keamanan. Langkah ini dilakukan guna mencegah terjadinya kembali arus masuk migran dalam jumlah besar ke Ceuta.