JAKARTA, Cobisnis.com – Kisah unik datang dari Michael Bambang Hartono yang dikenal sebagai bos besar perbankan, namun pernah tercatat sebagai nasabah bank lain.
Sebagai pemegang saham utama Bank Central Asia (BCA), Bambang Hartono identik dengan dunia perbankan nasional. Namun, momen tak biasa terjadi saat ia justru menerima bonus melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Peristiwa ini terjadi pada 2018 ketika Bambang Hartono menjadi atlet bridge yang mewakili Indonesia di ajang Asian Games 2018.
Dalam ajang tersebut, ia berhasil meraih medali perunggu. Prestasi ini cukup mencuri perhatian karena ia tampil di usia 78 tahun, menjadikannya salah satu atlet tertua yang tampil untuk Indonesia.
Atas pencapaiannya itu, Bambang menerima bonus sebesar Rp 250 juta dari Joko Widodo. Bonus tersebut langsung ditransfer ke rekening BRI miliknya.
Hal ini membuat publik cukup terkejut. Pasalnya, di saat yang sama ia adalah pemilik salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, yakni BCA.
Presiden Direktur BCA saat itu, Jahja Setiaatmadja, menanggapi kejadian ini dengan santai dan penuh canda. Ia menyebut bosnya kini menjadi nasabah bank lain.
Candaan juga muncul dalam komunikasi internal antar bank. Pihak BRI bahkan menyambut hal ini sebagai bentuk kolaborasi yang menarik di industri perbankan.
Selain kisah unik tersebut, Bambang Hartono juga dikenal sebagai sosok yang aktif berolahraga. Bridge menjadi salah satu cabang yang ia tekuni hingga level kompetisi internasional.
Prestasinya tidak hanya berhenti pada medali. Ia juga menunjukkan sikap sportif dengan menyumbangkan seluruh bonus Rp 250 juta yang diterimanya untuk pembinaan cabang olahraga bridge.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap perkembangan olahraga di Indonesia. Tidak hanya sukses di bisnis, ia juga memberi dampak di bidang lain.
Kisah ini menjadi gambaran bahwa di balik statusnya sebagai konglomerat, Bambang Hartono tetap menjalani peran lain sebagai atlet dan individu yang sederhana.