Sosok Sederhana di Balik Djarum, Michael Bambang Hartono Berpulang

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 20 Mar 2026, 10:17 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kabar duka datang dari dunia usaha Indonesia setelah Michael Bambang Hartono dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026).

Informasi wafatnya tokoh bisnis tersebut dikonfirmasi oleh pihak internal Grup Djarum. Ia mengembuskan napas terakhir di Singapura pada pukul 13.15 waktu setempat.

Corporate Communication Senior Manager Group Djarum, Budi Darmawan, menyampaikan duka mendalam atas kepergian pimpinan perusahaan tersebut. Pihak perusahaan juga menyatakan kehilangan besar atas sosok yang selama ini menjadi figur sentral.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait lokasi maupun waktu pemakaman. Pihak keluarga dan perusahaan masih dalam proses koordinasi lebih lanjut.

Michael Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan bagian dari keluarga pemilik Djarum Group, salah satu perusahaan rokok terbesar di Tanah Air.

Selain itu, ia juga tercatat sebagai pemegang saham utama di Bank Central Asia (BCA). Posisi ini menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sektor perbankan nasional.

Lahir pada 2 Oktober 1939, Bambang Hartono merupakan kakak dari Robert Budi Hartono. Keduanya dikenal luas sebagai Hartono bersaudara yang mewarisi dan membesarkan bisnis keluarga.

Di bawah kepemimpinan mereka, Djarum berkembang pesat menjadi konglomerasi besar yang tidak hanya bergerak di industri rokok, tetapi juga merambah sektor keuangan dan investasi.

Meski dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, Bambang Hartono memiliki gaya hidup yang relatif sederhana. Ia kerap tampil dengan pakaian kasual dan beberapa kali terlihat makan di warung biasa.

Sosoknya juga dikenal rendah profil, jarang tampil di publik, namun memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan bisnis strategis. Hal ini membuatnya dihormati di kalangan pengusaha nasional.

Kepergiannya diperkirakan akan memberi dampak pada dinamika kepemimpinan di Grup Djarum. Namun, struktur bisnis yang sudah mapan diyakini tetap mampu menjaga stabilitas perusahaan ke depan.

Dunia usaha Indonesia kini kehilangan salah satu figur penting yang telah berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor industri dan perbankan.