SWA Apresiasi Perusahaan dengan Reputasi Terbaik

Oleh Rizki Meirino pada 12 Sep 2026, 11:07 WIB

SWA Media Group dan Business Digest kembali memberikan penghargaan bagi perusahaan dengan reputasi kuat dan employee engagement terbaik.

JAKARTA, Cobisnis.com - SWA Media Group bersama Business Digest kembali memberikan apresiasi kepada perusahaan yang dinilai memiliki reputasi kuat dan keterikatan karyawan terbaik melalui tiga ajang penghargaan, yakni Indonesia Most Reputable Companies 2026, Indonesia Most Reputable Companies Champions 2026, dan Indonesia Best Employee Engagement 2026.

Penghargaan tersebut digelar di tengah perubahan ekspektasi stakeholder yang semakin kompleks terhadap perusahaan. Reputasi kini tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk dan layanan, tetapi juga mencakup kepercayaan publik, kredibilitas, nilai yang dijalankan, serta hubungan perusahaan dengan karyawan dan pemangku kepentingan.

Indonesia Most Reputable Companies 2026 dinilai berdasarkan hasil survei kepada pelanggan melalui empat aspek utama, yaitu product and services, corporate credibility, value and program, serta people and relationship.

Sementara Indonesia Most Reputable Companies Champions 2026 ditentukan melalui proses seleksi yang mencakup tahap penjaringan, seleksi administrasi, hingga presentasi di hadapan dewan juri.

Adapun Indonesia Best Employee Engagement 2026 dilakukan melalui survei internal kepada karyawan untuk melihat sejauh mana perusahaan mampu membangun keterikatan, rasa memiliki, serta hubungan positif antara karyawan dan organisasi.

Group Chief Editor SWA, Kemal Effendi Gani mengatakan perubahan ekspektasi stakeholder membuat perusahaan kini tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membangun kepercayaan.

“Dulu mungkin pelanggan kita cukup bertanya apakah produk yang dihasilkan sudah bagus atau belum. Namun sekarang mereka juga bertanya apakah perusahaan ini bisa dipercaya atau tidak,” ujar Kemal saat ajang awarding.

Menurut Kemal, perubahan ekspektasi juga terjadi di kalangan investor. Pertimbangan investasi kini tidak hanya berkaitan dengan tingkat pengembalian, tetapi juga tata kelola dan kualitas pengelolaan perusahaan.

“Investor sekarang tidak hanya bertanya berapa return-nya, tetapi juga bagaimana perusahaan tempat mereka berinvestasi dikelola dengan baik,” tambah Kemal.

Di sisi lain, karyawan juga semakin mempertimbangkan faktor di luar kompensasi ketika menentukan hubungan mereka dengan perusahaan. Makna pekerjaan, kesempatan menyampaikan pendapat, peluang pengembangan diri, serta kebanggaan menjadi bagian dari organisasi turut menjadi perhatian.

Kemal menilai kemampuan perusahaan dalam menjawab berbagai ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan bisnis.

Kepercayaan Pelanggan Jadi Fondasi Reputasi

Salah satu penerima penghargaan, PT Supra Primatama Nusantara (Biznet), menilai kepercayaan pelanggan menjadi fondasi penting dalam membangun reputasi perusahaan.

Selama 26 tahun melayani masyarakat Indonesia, Biznet menempatkan pengalaman pelanggan sebagai salah satu dasar pengembangan bisnis, termasuk melalui investasi berkelanjutan pada infrastruktur dan inovasi layanan.

Senior Manager Marketing Biznet Adrianto Sulistyo mengatakan peningkatan konektivitas digital ikut mengubah ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan internet.

“Dengan koneksi yang semakin banyak dan meningkat, kebutuhan terhadap internet yang berkualitas juga ikut meningkat. Jadi, bukan hanya terkoneksi, tetapi bagaimana mendapatkan koneksi yang berkualitas. Di situlah Biznet sebagai penyedia layanan berupaya memenuhi ekspektasi masyarakat,” ujar Adrianto.

Saat ini, Biznet telah menjangkau lebih dari 200 kota di Indonesia dan memiliki lebih dari tiga juta homepass. Perusahaan juga mengelola sendiri infrastruktur digitalnya untuk memberikan kontrol lebih besar terhadap kualitas layanan dan menjaga standar secara konsisten di berbagai wilayah.

Sementara itu, salah satu dewan juri Indonesia Most Reputable Companies 2026, Istijanto, Business Consultant, Marketing Researcher, sekaligus Faculty Member Prasetiya Mulya Business School, menilai reputasi perusahaan perlu dibangun dengan menjaga keseimbangan kepentingan internal dan eksternal.

Menurutnya, perusahaan juga perlu menyeimbangkan orientasi terhadap profit, people, dan planet.

“Jika saya simpulkan dalam satu kata yang mewakili upaya membangun reputasi perusahaan, jawabannya adalah keseimbangan. Reputasi perusahaan perlu dibangun dengan mempertimbangkan keseimbangan semua aspek,” ujar Istijanto.

Ia melihat adanya perkembangan positif dalam cara perusahaan membangun reputasi. Perusahaan dinilai tidak lagi hanya berorientasi pada kepentingan dan keuntungan internal, tetapi semakin mempertimbangkan kontribusi serta dampak yang diberikan kepada masyarakat dan ekosistem yang lebih luas.

Di tengah ekspektasi stakeholder yang terus berkembang, reputasi yang kuat dan employee engagement yang tinggi menjadi aset strategis bagi perusahaan. Keduanya tidak hanya berkaitan dengan citra, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan, lingkungan kerja yang bermakna, serta keberlanjutan bisnis.

Daftar Peraih Penghargaan

Untuk Indonesia Most Reputable Companies 2026, penghargaan diraih di antaranya oleh PT Lion Super Indo, KMN EyeCare, PT Kereta Api Indonesia (Persero), RS Awal Bros Group, PT Asuransi BRI Life, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), PT BCA Finance, Biznet, PT Taspen (Persero), PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero), PT Mandiri Tunas Finance, PT Bio Farma (Persero), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), IndiHome, PT AXA Insurance Indonesia, dan PT Asuransi Astra Buana (Garda Oto).

Untuk Indonesia Most Reputable Companies Champions 2026, peraih penghargaan di antaranya PT Lion Super Indo, JBA Indonesia, Mercier Corp, PT Asuransi BRI Life, PT Bio Farma (Persero), PT BNI Sekuritas, dan PT Asuransi Astra Buana (Garda Oto).

Sementara untuk Indonesia Best Employee Engagement 2026, penghargaan diberikan di antaranya kepada PT Tangkas Cipta Optimal (TACO Group), Garudafood Group, PT Kutus Kutus Herbal Sanga Sanga Group, PT Acer Indonesia, PT Sun Life Financial Indonesia, PT Erajaya Swasembada Tbk, Indonesia Financial Group (IFG), dan PT Mandiri Utama Finance.