Jamkrindo

Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Ramah untuk Kesehatan Tulang?

Oleh Desti Dwi Natasya pada 15 Jan 2026, 05:09 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com  – Teh dan kopi merupakan dua minuman yang paling sering dikonsumsi dalam keseharian. Selain dikenal mampu meningkatkan fokus dan memberikan efek relaksasi, keduanya juga kerap dikaitkan dengan dampaknya terhadap kesehatan tulang.

Mengutip Verywell Health, kopi mengandung kafein yang berfungsi sebagai stimulan untuk meningkatkan energi dan kewaspadaan. Namun, dari sisi kesehatan tulang, kafein diketahui dapat memicu peningkatan pengeluaran kalsium melalui urine.

Semakin tinggi asupan kafein, semakin besar potensi kalsium yang terbuang dari dalam tubuh. Padahal, kalsium berperan penting dalam menjaga kepadatan serta kekuatan tulang, terutama seiring bertambahnya usia.

Meski begitu, dampak kafein terhadap tulang tidak bersifat mutlak. Risiko tersebut sangat dipengaruhi oleh jumlah konsumsi kopi dan kecukupan asupan kalsium harian. Apabila kebutuhan kalsium terpenuhi, baik dari susu, produk olahan susu, sayuran hijau, maupun suplemen, efek kafein terhadap tulang dapat ditekan.

Sementara itu, teh—khususnya teh hijau dan teh hitam—mengandung flavonoid yang merupakan antioksidan alami. Senyawa ini diketahui berperan dalam melindungi sel tubuh dan dikaitkan dengan kepadatan tulang yang lebih baik pada orang yang rutin mengonsumsi teh.

Kandungan antioksidan dalam teh juga membantu menekan peradangan dan stres oksidatif, dua faktor yang berkontribusi terhadap penurunan massa tulang. Meski demikian, konsumsi teh bukanlah satu-satunya solusi untuk menjaga kesehatan tulang.

Secara keseluruhan, kondisi tulang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari asupan kalsium dan vitamin D, aktivitas fisik, hingga faktor genetik. Minum kopi dalam batas wajar tidak otomatis meningkatkan risiko gangguan tulang selama kebutuhan nutrisi tetap tercukupi.

Begitu pula dengan teh, yang dapat menjadi pendukung kesehatan tulang, namun bukan faktor penentu utama. Oleh karena itu, menjaga pola makan seimbang, memenuhi kebutuhan kalsium, serta rutin berolahraga tetap menjadi kunci utama dalam mempertahankan kepadatan tulang.