JAKARTA, Cobisnis.com – Upaya menurunkan berat badan tidak hanya bergantung pada pola makan dan olahraga semata. Salah satu faktor yang kerap luput diperhatikan adalah peradangan kronis dalam tubuh, yang dapat mengganggu metabolisme serta pengaturan gula darah sehingga proses penurunan berat badan menjadi kurang optimal.
Sejumlah ahli gizi dari Eating Well menyebutkan bahwa teh hijau merupakan salah satu minuman alami yang efektif membantu meredakan peradangan sekaligus mendukung pembakaran lemak. Minuman ini dikenal rendah kalori, bebas gula tambahan, dan kaya antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan metabolik.
Kandungan utama teh hijau yang berperan besar adalah EGCG (epigallocatechin gallate), senyawa antioksidan kuat yang mampu menekan stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh. Dengan peradangan yang lebih terkontrol, metabolisme dapat bekerja lebih efisien dalam mengolah energi.
Tak hanya itu, EGCG juga membantu tubuh mengatur kadar gula darah dengan lebih stabil. Kondisi ini membuat energi tidak mudah disimpan sebagai lemak, sehingga proses pembakaran lemak berjalan lebih optimal. Teh hijau juga diketahui dapat meningkatkan laju metabolisme dan membantu pemecahan lemak, sekaligus menekan pembentukan lemak baru.
Meski ekstrak teh hijau banyak dijual dalam bentuk suplemen, para ahli menilai konsumsi teh hijau secara alami tetap menjadi pilihan yang lebih aman. Mengonsumsi sekitar tiga hingga empat cangkir teh hijau per hari dinilai sudah cukup untuk memberikan manfaat bagi tubuh.
Kebiasaan tersebut dikaitkan dengan penurunan berat badan yang lebih baik serta penurunan risiko gangguan metabolik seperti sindrom metabolik, diabetes, hingga penyakit jantung. Manfaat teh hijau juga tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga dari sisi psikologis.
Kandungan EGCG dan L-theanine dalam teh hijau bekerja bersama untuk membantu menenangkan sistem saraf dan meningkatkan rasa relaksasi. Kondisi mental yang lebih stabil ini dapat mengurangi kecenderungan makan berlebihan akibat stres atau emosi.
Meski demikian, bagi individu yang sensitif terhadap kafein, konsumsi teh hijau sebaiknya dibatasi pada pagi atau siang hari agar tidak mengganggu kualitas tidur.