Testosteron Turun Bisa Picu Diabetes hingga Rambut Rontok, Dokter Spesialis Bicara Soal Andropause

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 31 May 2026, 07:57 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Perubahan hormon pada pria sering tidak disadari karena gejalanya mirip kelelahan biasa. Dokter spesialis urologi, Wempy Supit, mengingatkan kondisi ini perlu diperhatikan sebelum berdampak pada kualitas hidup.

Penurunan hormon testosteron pada pria dikenal sebagai andropause. Berbeda dengan menopause pada perempuan, kondisi ini terjadi secara bertahap sehingga sering dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan.

Gejala awal yang umum muncul meliputi tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan kualitas tidur yang menurun. Banyak pria tidak menyadari keluhan tersebut bisa berkaitan dengan rendahnya kadar testosteron.

Selain itu, andropause juga dapat memunculkan perubahan fisik seperti peningkatan lemak tubuh, berkurangnya massa otot, hingga kerontokan rambut. Kondisi ini biasanya terjadi seiring bertambahnya usia.

Menurut dr. Wempy, penurunan testosteron dan massa otot tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik, termasuk diabetes.

Menjaga massa otot bukan hanya soal penampilan, tetapi juga berhubungan dengan kesehatan metabolisme, tingkat energi, dan kualitas hidup jangka panjang. Karena itu, kesehatan hormon perlu mendapat perhatian sejak dini.

Sementara itu, dokter spesialis dermatologi dan venereologi, Arini Astasari Widodo, menjelaskan bahwa gangguan hormon dan stres kronis sering kali terlihat dari perubahan pada kulit serta rambut. Para dokter mengingatkan agar pria tidak mengabaikan gejala awal dan segera berkonsultasi jika merasakan perubahan yang mengganggu.