Tidur Cukup Belum Tentu Bikin Segar, Tubuh Ternyata Butuh 7 Jenis Istirahat Berbeda

Oleh Hidayat Taufik pada 15 Feb 2026, 18:13 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Tidur selama delapan jam setiap malam tidak selalu menjamin tubuh terasa bugar. Banyak orang tetap merasa lelah meskipun waktu tidurnya cukup. Berdasarkan laporan dari Verywell Mind (6/9/2025), kelelahan tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur, melainkan karena tubuh kekurangan bentuk istirahat lain yang sering tidak disadari.

Dokter penyakit dalam Saundra Dalton-Smith menjelaskan bahwa manusia sebenarnya membutuhkan tujuh jenis istirahat agar tubuh dan pikiran benar-benar pulih. Jika salah satunya tidak terpenuhi, seseorang tetap bisa merasa kelelahan walaupun sudah tidur cukup lama.

Senada dengan itu, Alexa Davis, dokter di Medical Transformation Center, mengatakan bahwa tekanan hidup modern menguras energi mental dan emosional.

Menurutnya, banyak orang tetap merasa lelah bukan karena kurang tidur, tetapi karena beban hidup yang terus-menerus menumpuk. Tidur memang penting, tetapi istirahat juga mencakup pemulihan mental, emosional, sosial, hingga spiritual.

Istirahat Fisik

Ini adalah jenis istirahat yang paling umum dikenal. Terdiri dari dua bentuk:Pasif, seperti tidur malam dan tidur siangAktif, seperti peregangan ringan, pijat, atau yoga lembutKurangnya istirahat fisik biasanya ditandai dengan tubuh pegal, mudah sakit, dan ketergantungan pada kafein untuk tetap berenergi. Solusinya adalah tidur 7–9 jam, rutin melakukan peregangan, dan memperbaiki kualitas tidur.

Istirahat Mental

Diperlukan saat pikiran terus bekerja tanpa henti. Gejalanya meliputi sulit fokus, pikiran terasa penuh, dan mudah cemas. Cara mengatasinya bisa dengan mengambil jeda saat bekerja, menulis daftar tugas, berjalan santai di luar ruangan, atau melakukan meditasi ringan.

Istirahat Emosional

Jenis istirahat ini terjadi ketika seseorang bisa jujur pada perasaannya tanpa harus berpura-pura kuat. Tandanya antara lain selalu merasa harus terlihat “baik-baik saja”, sulit menolak permintaan orang lain, dan kelelahan karena terus menyenangkan orang lain. Pemulihan emosional dapat dilakukan dengan berbicara pada orang tepercaya, menulis jurnal, atau berkonsultasi dengan tenaga profesional.