JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah menyiapkan program diskon untuk empat moda transportasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut anggaran yang disiapkan mencapai Rp883,4 miliar dengan target sekitar 16,6 juta penumpang.
Program ini mencakup transportasi udara, kereta api, kapal laut, dan kapal feri penyeberangan. Diskon diberikan untuk perjalanan pada periode 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan ketentuan berbeda di setiap moda.
Untuk angkutan udara kelas ekonomi domestik, pemerintah memberikan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% serta diskon 50% untuk biaya bandara. Biaya tersebut mencakup pelayanan penumpang pesawat serta layanan pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat.
Program diskon pesawat berlaku untuk perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Pemesanan tiket sudah dapat dilakukan sejak 20 Oktober 2026, dengan target 3,75 juta penumpang dan anggaran Rp722 miliar.
Untuk perjalanan menggunakan kereta api, pemerintah memberikan diskon tiket sebesar 30%. Pemesanan dengan potongan harga dijadwalkan mulai 7 November 2026, dengan target satu juta penumpang dan anggaran Rp95,4 miliar.
Diskon juga diberikan untuk transportasi kapal laut sebesar 30% dari tarif dasar penumpang. Pemesanan tiket telah dibuka sejak 19 Oktober 2026, dengan anggaran Rp38,3 miliar dan target penerima manfaat sebanyak 414.600 penumpang.
Sementara itu, pengguna kapal feri penyeberangan mendapat keringanan melalui pembebasan 100% tarif jasa kepelabuhanan. Program ini dijadwalkan mulai 7 November 2026, dengan anggaran Rp27,7 miliar dan target 1,42 juta penumpang.
Airlangga menyampaikan bahwa program tersebut telah disetujui sejak pertengahan tahun. Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk membantu masyarakat mengakses layanan transportasi selama periode libur akhir tahun.
Besaran diskon dan waktu pemanfaatannya berbeda sesuai moda transportasi. Karena itu, calon penumpang perlu memperhatikan jadwal pemesanan, periode perjalanan, serta ketentuan yang berlaku pada layanan yang dipilih.
Secara keseluruhan, program ini diarahkan untuk menjangkau jutaan penumpang selama periode Nataru. Pemerintah menargetkan insentif transportasi tersebut dapat membantu meringankan biaya perjalanan masyarakat pada musim liburan.