JAKARTA, Cobisnis.com - Markas Besar TNI menyatakan bahwa penyelidikan terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus dilakukan atas inisiatif internal. Langkah ini diambil menyusul beredarnya dugaan di masyarakat yang mengaitkan keterlibatan oknum TNI dalam insiden tersebut.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan sebagai respons terhadap opini publik yang berkembang.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian terkait kebenaran dugaan tersebut.
TNI juga menyebut belum menjalin koordinasi dengan pihak kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, yang tengah menangani kasus ini. Aulia meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan dan memastikan prosesnya akan dilakukan secara profesional serta terbuka.
Sebelumnya, Andrie Yunus, yang merupakan Wakil Koordinator KontraS, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis malam di wilayah Senen, Jakarta Pusat. Serangan itu menyebabkan luka bakar pada sejumlah bagian tubuhnya, termasuk wajah, mata, dada, dan tangan, dengan total luka mencapai sekitar 24 persen.
Peristiwa tersebut terjadi setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar di kantor YLBHI. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.