Tren Wellness Meningkat, Mengapa Dampaknya pada Kesehatan Belum Optimal?

Oleh Rizki Meirino pada 02 Nov 2026, 17:09 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Tren wellness atau gaya hidup sehat semakin berkembang di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik. Namun, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan belum sepenuhnya diikuti hasil yang optimal. Konsistensi menjalankan kebiasaan sehat serta kurangnya dukungan lingkungan masih menjadi tantangan dalam mewujudkan kesejahteraan fisik, mental, dan emosional.

Temuan Herbalife Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026 menunjukkan semakin banyak masyarakat yang menerapkan pendekatan kesehatan holistik. Aktivitas tersebut mencakup olahraga, pola makan bergizi, menjaga kualitas tidur, hingga mengelola stres.

Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan hampir tiga dari empat responden di Indonesia kini menjalani aktivitas wellness yang lebih beragam. Sebanyak 71% responden juga mengaku lebih sering melakukan aktivitas tersebut dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Selain itu, sembilan dari sepuluh responden menganggap kesehatan holistik sangat penting, sementara 85% menyatakan aspek tersebut semakin penting dibandingkan tiga tahun lalu.

Meski kesadaran meningkat, penerapannya belum selalu memberikan hasil sesuai harapan. Survei Herbalife mencatat tiga dari lima responden merasa kondisi kesehatan fisik, mental, dan emosional mereka lebih baik dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Namun, banyak yang masih kesulitan mempertahankan rutinitas sehat akibat keterbatasan waktu dan motivasi.

“Dengan kata lain, meningkatnya tren wellness di kawasan Asia Pasifik belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesehatan. Hal ini bukan disebabkan oleh kurangnya kepedulian masyarakat, melainkan karena menjalani gaya hidup sehat dalam jangka panjang bukanlah hal yang mudah tanpa adanya sistem dukungan yang tepat, panduan yang realistis, serta motivasi yang berkelanjutan,” jelas Oktrianto.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Herbalife menyoroti pentingnya konsep social wellness, yakni pendekatan yang melibatkan komunitas, keluarga, teman, merek, dan lingkungan kerja dalam mendukung kebiasaan hidup sehat.

Kebutuhan terhadap dukungan ini terlihat dari hasil survei yang mencatat 74% responden Indonesia menginginkan bantuan lebih besar dalam menjaga kesehatan fisik, 71% untuk kesehatan mental, dan 64% untuk kesehatan emosional.

Kecenderungan membangun kebiasaan sehat bersama juga mulai terlihat. Dalam satu tahun terakhir, hampir setengah responden pernah menyiapkan atau membawa makanan sehat untuk orang lain maupun berbagi pengalaman wellness. Dari kelompok tersebut, 89% mengaku lebih sering melakukan aktivitas tersebut dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Penerapan social wellness dapat didukung melalui berbagai ruang interaksi, mulai dari platform kebugaran digital, komunitas media sosial, hingga model phygital yang menggabungkan pengalaman langsung dan virtual. Komunitas memungkinkan anggotanya berbagi informasi, memantau perkembangan, dan saling menjaga motivasi.

Di Indonesia, perkembangan studio kebugaran berkelompok di Jakarta, Surabaya, dan Bandung menjadi salah satu contoh meningkatnya aktivitas wellness berbasis interaksi sosial. Nutrition Club Herbalife juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk berbagi informasi seputar nutrisi dan kebugaran.

Oktrianto menilai masa depan wellness perlu diarahkan dari tanggung jawab individu menjadi perjalanan bersama. Dukungan komunitas diharapkan membantu masyarakat membangun kebiasaan sehat yang lebih konsisten dan mempertahankannya dalam jangka panjang.