JAKARTA, Cobisnis.com - Lembaga riset WRI Indonesia memproyeksikan pemerintah dapat menghemat subsidi solar hingga Rp161 triliun jika kebutuhan kendaraan logistik dialihkan ke truk listrik.
Urban Mobility Manager WRI Indonesia Dimas Fadhil mengatakan langkah tersebut dibutuhkan karena konsumsi solar diperkirakan terus meningkat. Kondisi itu berpotensi membuat kebutuhan impor solar ikut bertambah.
"Analisis kami sebetulnya ketika ada transisi lain gitu ya kepada truk listrik akan terjadi penghematan subsidi sebesar Rp161 triliun," ujar Dimas dalam diskusi Indonesia International Sustainability Forum 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (7/10).
Proyeksi tersebut muncul ketika pemerintah mulai menerapkan penyaluran biosolar B50 secara penuh. Masa transisi penyaluran stok B40 berakhir pada 30 September, sementara seluruh SPBU ditargetkan mulai menyalurkan B50 pada 1 Oktober.
Kewajiban B50 diatur melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 yang berlaku sejak 1 Juli 2026. B50 merupakan campuran 50% biodiesel berbasis kelapa sawit dengan 50% solar fosil.
Pemerintah memperkirakan penerapan B50 dapat mengurangi kebutuhan impor bahan bakar fosil dan menghasilkan penghematan devisa hingga Rp157,28 triliun. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menyebut B50 dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.
Di sisi lain, peralihan kendaraan logistik menuju truk listrik masih menghadapi sejumlah kendala. Dimas menyebut pelaku industri dan logistik menyoroti keandalan kendaraan, kesiapan infrastruktur pendukung, serta harga truk listrik yang masih mahal.
"Jadi seperti charging station, kemudian truknya bisa jalan berapa jauh, dan juga yang kedua adalah harga (truk listrik) yang cukup mahal," kata Dimas.
Untuk mendorong transisi tersebut, saat ini tengah diuji coba konsep green freight corridor atau koridor khusus truk listrik. Program ini memiliki lima pilar yang mencakup tata kelola, uji coba kendaraan, infrastruktur pengisian daya, koordinasi lintas pemangku kepentingan, serta evaluasi dan pemantauan.
Dimas berharap uji coba tersebut dapat menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai kendala sebelum konsep green freight diterapkan secara permanen. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat mengetahui hal yang perlu diperbaiki agar penggunaan truk listrik di sektor logistik lebih siap.
"Kami berharap green freight ini juga bisa menjadi sebuah ajang uji coba gitu ya sebelum nanti menjadi sesuatu yang permanen, apa saja yang perlu di-unlock, apa saja yang perlu di-tackle dari sisi pemerintah maupun dari sisi pengusaha," tutur Dimas.