Trump Yakin Mojtaba Khamenei Masih Hidup

Oleh Desti Dwi Natasya pada 27 Aug 2026, 14:59 WIB

Mojtaba Khamenei

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei masih hidup meski telah lama tidak terlihat di depan publik.

Mojtaba Khamenei mengambil alih kekuasaan setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari 2026.

"Saya rasa dia belum meninggal. Dia terluka parah. Sisi kiri tubuhnya, lengan, kaki, semuanya. Dia terluka parah. Tapi saya rasa dia belum meninggal," kata Trump dalam wawancara dengan penyiar radio konservatif Glenn Beck, dilansir AFP dan Al Arabiya, Kamis (27/8/2026).

Secara resmi, Mojtaba Khamenei masih memimpin Iran di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel.

Namun, ketidakhadirannya di depan umum serta munculnya sejumlah tokoh veteran Garda Revolusi Iran dalam posisi kekuasaan memicu spekulasi mengenai kondisi dan kemampuannya menjalankan pemerintahan.

Trump sebelumnya beberapa kali mengklaim kemenangan atas Iran, tetapi tekanan tersebut belum membuat Teheran membuka sepenuhnya Selat Hormuz ataupun menyerahkan material nuklirnya.

Pada Rabu (26/8) waktu setempat, Trump kembali menyebut tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran telah memberikan hasil.

"Hal-hal itu mengarah pada kemenangan yang sangat besar," katanya.

"Kita akan segera meraih kemenangan besar di sini," ujar Trump.

Trump juga menyatakan Selat Hormuz telah terbuka meski militer Iran disebut masih mengganggu dan sebagian besar memblokir pelayaran di jalur strategis tersebut.

"Anda benar-benar bisa mengatakan, Anda tahu, karena Selat itu terbuka. Kita sekarang membawa banyak kapal melalui Selat itu. Kita membawa mereka datang. Ranjau-ranjau sudah hilang," katanya.

Trump turut menegaskan Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

"Kita tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Itulah intinya. Itu 99,9 persen. Kita tidak bisa membiarkan mereka karena mereka gila dan mereka akan menggunakannya," katanya.

Trump kemudian mengklaim dirinya telah menghentikan upaya Iran memiliki senjata nuklir sebanyak dua kali.