Turki, Pakistan, dan Saudi Bentuk Sekretariat Pakta Makkah

Oleh Desti Dwi Natasya pada 02 Sep 2026, 07:59 WIB

Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat membentuk sekretariat untuk memperkuat kerja sama pertahanan berdasarkan Pakta Pertahanan Makkah.

JAKARTA, Cobisnis.com - Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat membentuk sekretariat untuk melembagakan kerja sama pertahanan berdasarkan Pakta Pertahanan Makkah.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah lanjutan bagi ketiga negara untuk memperkuat solidaritas dan kemampuan pertahanan kolektif di tengah dinamika keamanan kawasan.

"Ketiga negara hari ini sepakat mengambil langkah untuk semakin melembagakan kerja sama berdasarkan Pakta Makkah, memperkuat solidaritas, memastikan kredibilitas dan efektivitas pencegahan serta pertahanan kolektif," demikian pernyataan bersama ketiga negara.

Sekretariat tersebut akan berkedudukan di Arab Saudi dan dipimpin oleh seorang sekretaris jenderal.

Untuk tiga tahun pertama, posisi sekretaris jenderal akan diisi oleh perwakilan dari Pakistan.

Turki, Pakistan, dan Arab Saudi juga menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dalam mewujudkan perdamaian serta stabilitas berkelanjutan di kawasan.

Ketiganya turut mendukung upaya deeskalasi dan pengendalian diri sebagai bagian dari penyelesaian krisis secara damai.

Kesepakatan pembentukan sekretariat dicapai dalam pertemuan para menteri luar negeri, menteri pertahanan, dan kepala pertahanan ketiga negara di Istanbul, Senin, dalam format Komite Politik dan Pertahanan Strategis.

Perkuat Industri Pertahanan

Selain membentuk sekretariat, ketiga negara berencana memperkuat kemampuan pertahanan dan interoperabilitas angkatan bersenjata.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui peningkatan kerja sama industri pertahanan, pengembangan teknologi, hingga produksi bersama.

"Lewat implementasi Pakta Makkah secara terlembaga dan tegas, ketiga negara akan memberikan kontribusi penting bagi perdamaian dan stabilitas regional," jelas pernyataan tersebut.

Pakta Pertahanan Gabungan Makkah sendiri ditandatangani pada 7 Agustus 2026.

Kesepakatan itu mengatur penguatan mekanisme pencegahan kolektif. Dalam pakta tersebut, serangan bersenjata terhadap salah satu negara peserta dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Perjanjian tersebut juga mencakup perluasan kerja sama dan koordinasi militer serta pengembangan proyek bersama di sektor industri pertahanan.

Dengan pembentukan sekretariat, kerja sama yang sebelumnya diatur melalui pakta pertahanan tersebut kini diarahkan menjadi lebih terlembaga dan terkoordinasi di antara Turki, Pakistan, dan Arab Saudi.