JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah orang tua murid SDN 3 Desa Pinku, Kecamatan Parung Pajang, mengaku terkejut setelah mengetahui anak mereka memiliki buku tabungan bantuan pendidikan yang selama ini tidak pernah mereka pegang.
Tabungan tersebut diketahui merupakan rekening penampungan Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan dari pemerintah pusat untuk siswa sekolah dasar. Keberadaannya baru terungkap saat salah satu murid hendak mendaftar ke jenjang SMP.
Menurut pengakuan orang tua, mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa rekening tersebut sudah dibuat sejak tahun 2021. Selama bertahun-tahun, buku tabungan itu disebut tidak pernah diserahkan kepada wali murid.
Kejadian ini terungkap ketika proses pendaftaran sekolah lanjutan mensyaratkan data rekening. Saat dicek, rekening atas nama siswa ternyata sudah aktif dan tercatat di sistem perbankan.
Orang tua mengaku heran karena pembuatan rekening dilakukan tanpa pemberitahuan atau persetujuan mereka sebagai wali sah. Padahal, rekening tersebut berkaitan langsung dengan bantuan pendidikan untuk anak.
Kecurigaan semakin muncul ketika para orang tua berinisiatif mendatangi kantor BRI Parung Pajang untuk mencetak mutasi tabungan. Tujuannya untuk memastikan apakah dana PIP pernah masuk dan dicairkan.
Namun pada 23 Desember, upaya pencetakan tersebut disebut tidak dapat dilakukan. Pihak bank menyampaikan bahwa pencetakan membutuhkan surat pengantar dari pihak sekolah.
Persyaratan ini menimbulkan tanda tanya di kalangan orang tua. Mereka mempertanyakan sejak kapan pencetakan tabungan Simpedes atau Simpadas memerlukan surat pengantar dari sekolah.
Situasi tersebut membuat orang tua mempertanyakan transparansi pengelolaan dana bantuan pendidikan, termasuk peran pihak sekolah dan bank dalam proses administrasi rekening siswa.
Para orang tua berharap ada penjelasan resmi dan terbuka agar hak anak sebagai penerima bantuan pendidikan dapat dipastikan, serta tidak menimbulkan keresahan di kemudian hari.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak SDN 3 Desa Pinku maupun BRI Parung Pajang terkait pengakuan dan pertanyaan yang disampaikan para orang tua murid.