JAKARTA, Cobisnis.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan sejumlah besar pasokan medis yang ditujukan untuk Gaza harus menunggu rata-rata 74 hari untuk mendapatkan izin dari otoritas Israel.
"Tidak satu pun rumah sakit di Gaza yang berfungsi sepenuhnya," kata Reinhilde Van De Weerdt, perwakilan WHO di wilayah Palestina kepada wartawan di Jenewa, dikutip dari anadolu, Jumat (2/10/2026).
Seraya mendesak akses yang tanpa hambatan dan dapat diprediksi untuk bantuan yang sangat dibutuhkan tersebut, Van De Weerdt mengatakan bahwa kekurangan obat-obatan dan perlengkapan medis yang kronis tetap menjadi hambatan utama dalam memulihkan layanan kesehatan, meskipun sudah setahun berlalu sejak gencatan senjata diumumkan.
"Tanpa barang-barang itu, tidak ada rumah sakit yang akan berfungsi sepenuhnya atau bahkan sebagian," jelasnya.
Menurut analisis terbaru WHO, sejumlah besar pasokan medis menunggu rata-rata 74 hari, atau sekitar dua setengah bulan, untuk mendapatkan izin dari Israel.
"Jika pengiriman belum disetujui, maka kita akan memulai proses yang panjang dan rumit itu dari awal lagi tanpa jaminan hasil yang berbeda," katanya.
Van De Weerdt menjelaskan, obat-obatan memiliki tingkat persetujuan hampir 87 persen, sementara peralatan medis termasuk mesin sinar-X, peralatan sterilisasi, dan suku cadang untuk pemindai CT secara teratur ditolak. Seringkali tanpa penjelasan yang diberikan," ungkapnya.
"Setiap hari tambahan dalam penyimpanan atau pengiriman membuat obat-obatan semakin dekat dengan tanggal kedaluwarsa, dan peralatan semakin berisiko rusak sebelum sampai ke orang yang membutuhkannya," ucapnya.
Dia juga menggambarkan situasi keamanan di Gaza sebagai sangat, sangat genting. Dia mengatakan bahwa pengambilan pasokan medis dari penyeberangan Kerem Shalom mengharuskan tim WHO untuk melakukan perjalanan melalui area yang dikendalikan oleh militer Israel menggunakan kendaraan lapis baja dan peralatan pelindung pribadi.
"Proses tersebut harus dikoordinasikan dengan otoritas Israel dan tim sering menghadapi penundaan dalam menerima lampu hijau," terangnya.
Ia menambahkan bahwa staf logistik dapat berangkat pagi-pagi sekali dan kembali larut malam dengan persediaan dan setelah itu mereka menunggu di perbatasan.
WHO menyerukan masuknya pasokan kemanusiaan dan kesehatan ke Gaza dalam skala besar tanpa hambatan dan dapat diprediksi serta dipermudah dalam penggunaan beberapa jalur penyeberangan.