Wisata Labuan Bajo Mulai Normal, Taman Nasional Komodo Kembali dibuka

Oleh Chodijah Febriani pada 18 Aug 2026, 11:46 WIB

Taman Nasional Komodo - Pexels/Jeffry Surianto

JAKARTA, Cobisnis.com - Bersama dengan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo (BPOLBF), Kementerian Pariwisata terus memastikan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo pasca gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 agar kembali berjalan normal.

Melalui siaran pers yang diterima Cobisnis, pemantauan dan pendataan dampak di wilayah Floratama terus berlangsung untuk memastikan keselamatan wisatawan, mulai dari mengidentifikasi kondisi destinasi dan fasilitas pariwisata, serta menyalurkan informasi yang cepat dan akurat kepada wisatawan maupun pelaku usaha.

Pemantauan dilakukan bersama pemerintah daerah, pengelola destinasi, pelaku usaha pariwisata, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, pengelola bandar udara, serta pemangku kepentingan lainnya.

Upaya ini merupakan bagian dari respons sektor pariwisata dalam mendukung penanganan pascabencana yang dikoordinasikan pemerintah pusat dan daerah bersama BNPB.

Berdasarkan pembaruan data per 16 Agustus 2026 pukul 19.00 WITA, aktivitas pariwisata di Labuan Bajo berjalan normal, lancar, dan kondusif, termasuk di Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Pada hari yang sama, KSOP Kelas III Labuan Bajo mencatat 308 kapal wisata berangkat dengan 3.651 penumpang, terdiri atas 2.840 wisatawan mancanegara dan 811 wisatawan nusantara.

Akses menuju Taman Nasional Komodo kembali dibuka setelah KSOP Labuan Bajo mengizinkan aktivitas pelayaran. Kunjungan pada 16 Agustus 2026 tercatat sekitar 1.381 wisatawan di Padar Selatan, 328 di Loh Liang Pulau Komodo, 277 di Loh Buaya Pulau Rinca, dan 54 di Gili Lawa. Seluruh wisatawan telah kembali ke Labuan Bajo dan terpantau beraktivitas normal di Waterfront Marina.

Menurut Andhy MT Marpaung, Plt Direktur Utama BPOLBF menegaskan, koordinasi cepat multipihak menjadi kunci percepatan pemulihan aktivitas di destinasi.

"Pulihnya aktivitas pelayaran dan kunjungan ke Taman Nasional Komodo dalam waktu singkat tidak terjadi dengan sendirinya. Ini hasil koordinasi cepat antara KSOP Labuan Bajo, pengelola kawasan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Kami mengapresiasi kesigapan seluruh pihak," terangnya.

Sementara itu, Bandara Komodo Labuan Bajo tetap beroperasi dengan mayoritas penerbangan berjalan sesuai jadwal. Pembatalan masih terjadi pada sejumlah rute menuju bandara di wilayah NTT yang terdampak langsung, terutama Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Ende. BPOLBF terus memantau operasional transportasi udara dan laut untuk menjaga konektivitas wisatawan.

Lebih lanjut, Andhy juga menegaskan bahwa keselamatan wisatawan menjadi pertimbangan pertama dalam setiap keputusan pembukaan maupun penutupan destinasi.

"Pertama-tama, kami berduka atas jatuhnya korban. Hal mendasar yang menjadi catatan untuk sektor pariwisata sendiri adalah, tidak ada destinasi yang dibuka sebelum dinyatakan aman. Penutupan sementara adalah langkah mitigasi, bukan penghentian aktivitas pariwisata," tegas Andhy.

BPOLBF mengimbau wisatawan dan pelaku usaha pariwisata mengikuti informasi resmi dari pemerintah, pengelola destinasi, BMKG, BNPB, serta pihak berwenang lainnya, khususnya terkait potensi gempa susulan dan perubahan kondisi aksesibilitas.