JAKARTA, Cobisnis.com - Makan di malam hari dapat membantu menstabilkan kadar gula darah. Karena tubuh memproses gula (glukosa) kurang efisien di siang hari. Mengonsumsi makanan yang kaya karbohidrat dapat menyebabkan fluktuasi gula darah yang lebih tinggi atau lebih lama.
Jadi, saat memilih makanan untuk dimakan di malam hari guna membantu menstabilkan gula darah, carilah pilihan yang mengutamakan protein, serat, dan lemak sehat.
Saat memilih makanan untuk dikonsumsi di malam hari untuk membantu menstabilkan gula darah, fokuslah pada porsi yang lebih kecil dan makanan seimbang yang mengandung protein, lemak sehat, dan serat, daripada makanan yang lebih banyak mengandung karbohidrat olahan.
Berikut dilansir dari verywellhealth, Rabu (23/9/2026), empat makanan yang baik dikonsumsi di malam hari untuk menjaga tekanan gula darah supaya tetap stabil, yaitu :
1. Greek yogurt
Greek yogurt memiliki kandungan protein lebih tinggi dan karbohidrat lebih rendah daripada yogurt lainnya. Sehingga, menjadikannya pilihan yang bagus untuk dikonsumsi di malam hari guna menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Greek yogurt menggabungkan protein, lemak, mineral, dan senyawa hasil fermentasi yang dapat membantu memperlambat pengosongan lambung dan pencernaan karbohidrat. Mengonsumsi greek yogurt secara teratur juga dapat mendukung sensitivitas insulin dan pengaturan glukosa.
Pilihlah greek yogurt tawar tanpa pemanis. Pertimbangkan juga dengan kandungan lemak lebih tinggi, yang dapat memperlambat penyerapan karbohidrat.
2. Susu dan pisang
Susu memiliki kandungan protein yang memengaruhi penyerapan glukosa, berkontribusi pada sekresi insulin dan penundaan pengosongan lambung, yang menghasilkan respons gula darah yang lebih rendah setelah makan.
Jadi, memadukan susu dengan pisang meningkatkan kandungan serat dan menciptakan camilan yang lebih seimbang dan mengenyangkan. Pisang yang lebih hijau mengandung lebih banyak pati resisten, yaitu jenis serat yang terkait dengan manfaat gula darah.
Pati resisten menahan pencernaan hingga mencapai usus besar, tempat bakteri memfermentasinya, sehingga menghasilkan asam lemak rantai pendek yang mendukung pengendalian gula darah. Hal ini menghasilkan kadar gula darah dan insulin yang lebih rendah setelah makan.
3. Apel dan selai kacang
Menggabungkan apel dengan selai kacang memberikan serat, lemak sehat, dan sedikit protein untuk membantu menjaga kadar gula darah di malam hari. Sebuah studi kecil menemukan bahwa mengonsumsi apel sebelum makan dikaitkan dengan respons gula darah yang lebih rendah dibandingkan dengan mengonsumsi nasi sebelum makan.
Apel, terutama kulitnya, mengandung serat pektin yang dapat berkontribusi pada efek glikemik yang bermanfaat. Menggabungkan apel dengan selai kacang, dapat menghasilkan respons gula darah yang lebih stabil daripada hanya mengonsumsi apel saja.
Carilah selai kacang tanpa tambahan gula, karena gula tambahan dapat berdampak negatif pada kadar gula darah. Pastikan untuk memakan kulit apel untuk meningkatkan asupan seratnya juga.
4. Kacang
Kacang-kacangan relatif rendah karbohidrat dan memiliki kandungan serat, protein, dan lemak tak jenuh. Kandungan nutrisi ini memperlambat pencernaan dan membantu mencegah peningkatan gula darah yang cepat.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kacang-kacangan secara teratur dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mendukung pengendalian gula darah puasa dan setelah makan, terutama ketika menggantikan makanan kaya karbohidrat.
Batasi makan kacang sekitar 1 ons atau segenggam kacang tanpa pemanis dan garam, seperti pistachio, almond, kenari, atau kacang tanah.