Ahli Gizi Ungkap 5 Kesalahan Diet yang Menghambat Penurunan Berat Badan

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 09 Jul 2026, 10:38 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menurunkan berat badan tidak cukup hanya dengan mengurangi porsi makan. Banyak orang justru melakukan pola diet yang keliru sehingga hasilnya tidak bertahan lama atau berat badan sulit turun.

Ahli gizi sekaligus pendiri Nutracy Lifestyle, Dr. Rohini Patil, mengatakan kesalahan tersebut sering ditemukan pada perempuan yang memiliki PCOS, gangguan tiroid, maupun resistensi insulin. Kondisi tersebut membuat proses penurunan berat badan menjadi lebih menantang.

Kesalahan pertama adalah memangkas asupan kalori secara berlebihan demi mendapatkan hasil instan. Cara ini justru dapat memperlambat metabolisme sehingga tubuh membakar lebih sedikit energi.

Makan terlalu sedikit juga meningkatkan rasa lapar, mengurangi massa otot, serta mengganggu keseimbangan hormon. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah lelah dan diet sulit dipertahankan.

Kesalahan berikutnya adalah kurang mengonsumsi protein setiap hari. Padahal, protein membantu menjaga massa otot, membuat kenyang lebih lama, serta mendukung metabolisme dan keseimbangan hormon.

Patil menyarankan agar setiap waktu makan mengandung sumber protein seperti telur, ikan, ayam, tahu, tempe, yogurt, susu rendah lemak, maupun kacang kacangan. Pola makan seimbang dinilai lebih efektif dibanding sekadar memangkas karbohidrat.

Banyak orang juga terjebak memilih makanan kemasan yang mengklaim sehat. Produk dengan label diet atau rendah lemak belum tentu rendah kalori karena masih bisa mengandung gula, garam, atau bahan tambahan dalam jumlah tinggi.

Selain pola makan, kualitas tidur dan tingkat stres juga berpengaruh terhadap keberhasilan diet. Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu rasa lapar dan penumpukan lemak, terutama di area perut.

Kesalahan terakhir adalah mengejar penurunan berat badan secara instan melalui diet ekstrem atau menghilangkan kelompok makanan tertentu. Cara tersebut sering kali sulit dipertahankan dan berisiko mengganggu kesehatan.

Menurut Patil, keberhasilan diet ditentukan oleh perubahan gaya hidup yang konsisten. Pola makan bergizi, olahraga teratur, tidur cukup, serta target yang realistis menjadi kunci agar berat badan turun secara sehat dan bertahan dalam jangka panjang.