JAKARTA, Cobisnis.com - Menjalani diet sehat tidak selalu identik dengan makanan mahal. Ahli gizi menyebut warteg juga bisa menjadi pilihan untuk menjaga pola makan, asalkan menu yang dipilih tepat dan porsinya seimbang.
Spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengatakan banyak orang keliru menganggap makanan sehat harus berupa salad atau quinoa. Menurutnya, kualitas diet lebih ditentukan oleh isi piring daripada tempat membeli makanan.
Ia menjelaskan menu sehat bisa disusun dengan sangat sederhana. Pilih satu sumber protein seperti ayam, telur, atau ikan sebagai lauk utama.
Setelah itu, lengkapi dengan sayuran agar asupan serat dan vitamin tetap terpenuhi. Tambahkan nasi dalam porsi secukupnya sesuai kebutuhan energi harian.
Menurut dr Yaze, kombinasi tersebut sudah mampu memenuhi kebutuhan gizi yang lebih seimbang. Cara ini juga lebih mudah diterapkan oleh masyarakat yang memiliki anggaran terbatas.
Ia menegaskan diet bukan soal memilih makanan yang mahal. Yang lebih penting adalah mengatur jenis makanan, jumlah porsi, dan konsistensi dalam menjalankannya.
Pola makan sehat juga tidak harus membuat pengeluaran membengkak. Dengan memilih menu secara bijak, warteg dapat menjadi tempat makan yang mendukung program penurunan berat badan.
Dr Yaze juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur tren makanan sehat yang belum tentu sesuai kebutuhan. Pola makan sederhana justru lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Menurutnya, keberhasilan diet berasal dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Pemilihan menu yang tepat akan memberikan hasil lebih baik dibanding mengikuti tren makanan tertentu.
Pesan tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa hidup sehat hanya bisa dilakukan dengan biaya besar. Dengan pilihan menu yang tepat, makan di warteg tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat.