JAKARTA, Cobisnis.com - Ahli bedah kardiovaskular bersertifikat, Dr. Jeremy London, menggambarkan olahraga sebagai antidepresan dan menyoroti bagaimana bahkan jalan kaki yang singkat pun dapat memberikan manfaat.
Dr. London mengatakan, ingat, latihan kardio bukan hanya untuk jantung. Latihan beban bukan hanya untuk otot saja. Apa yang baik untuk jantung juga baik untuk otak kamu. Dan olahraga adalah salah satu alat paling ampuh yang kita miliki untuk melindungi dan menjaga kesehatan otak kita.
"Berjalanlah untuk menghilangkan stres. Berjalan kaki selama 20 menit mungkin memiliki efek langsung dan jangka panjang pada suasana hati dan kesehatan otak," ucapnya dikutip dari Indianexpress, Rabub(21/10/2026).
Menurut Dr. London, beberapa efek jangka pendek dari berjalan kaki selama 20 menit meliputi penurunan kadar kortisol dalam darah dalam waktu satu hingga dua jam, dan membantu orang keluar dari pikiran negatif. Paparan sinar matahari pagi dan siang hari saat berjalan kaki juga dapat membantu mengatur ritme sirkadian dan suasana hati.
Dr. London menyebutkan, bagi orang yang menjadikan jalan kaki sebagai kebiasaan rutin, adapun manfaat jangka panjang, termasuk risiko terkena depresi yang 25 persen lebih rendah, bahkan jalan kaki selama 10 menit dikaitkan dengan risiko yang 18 persen lebih rendah.
Selain itu, ia juga menyebutkan risiko terkena gangguan kecemasan yang sekitar 29 persen lebih rendah, bersamaan dengan perubahan yang melibatkan BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) dan IGF-1 (Insulin-Like Growth Factor 1) yang mendukung pertumbuhan neuron dan dapat membantu menurunkan risiko jangka panjang yang terkait dengan kondisi seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson.
"Jadi, saat berolahraga, otak kamu meningkatkan sesuatu yang disebut faktor neurotropik turunan otak (BDNF). Anggap saja seperti pupuk. Ini meningkatkan interkoneksi sel-sel otak, dan memungkinkan sel-sel tersebut untuk tumbuh," jelasnya.
Dr. London menekankan bahwa orang tidak perlu memiliki kemampuan atletik yang tinggi untuk mendapatkan manfaat dari olahraga.
"Kamu tidak perlu menjadi atlet. Perubahan dari nol menuju sesuatu adalah tempat di mana keuntungan terbesar terjadi," katanya.
Ia menambahkan, jika kamu berjuang dengan kesehatan mental yang sedang kamu alami, banyak bergerak membantu tetapi itu bukan pengganti dukungan profesional ketika kamu membutuhkannya.
"Hari-hari di mana kamu merasa paling tidak ingin bergerak biasanya adalah hari-hari di mana kamu paling membutuhkannya. Bukan latihan berat. Bukan satu jam. Hanya 20 menit, di luar ruangan, dan bergerak," tukasnya.