Alasan Kenapa Perayaan Tahun Baru Imlek Selalu Diiringi Hujan

Oleh Hidayat Taufik pada 16 Feb 2026, 22:36 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, masyarakat kembali memperhatikan satu fenomena yang hampir selalu terulang setiap tahun: turunnya hujan saat momen Imlek. Kondisi ini bukan sekadar kebetulan semata, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari iklim, kepercayaan budaya, hingga latar belakang sejarah agraris.

Fenomena hujan saat Imlek merupakan hasil perpaduan antara faktor alam dan makna simbolik yang telah hidup lama di tengah masyarakat. Berikut beberapa alasannya:

1. Waktu Imlek Bertepatan dengan Musim Hujan

Secara klimatologis, perayaan Imlek yang jatuh antara akhir Januari hingga Februari memang bertepatan dengan puncak musim hujan di Indonesia. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan bahwa awal tahun merupakan periode dengan intensitas curah hujan yang tinggi di berbagai daerah.

Selain itu, pergerakan angin muson timur laut membawa massa udara lembap yang meningkatkan potensi hujan. Kondisi ini membuat suasana Imlek identik dengan langit mendung, udara sejuk, serta hujan yang kerap turun di berbagai wilayah.

2. Makna Budaya: Hujan sebagai Simbol Keberkahan

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, hujan bukanlah pertanda buruk. Justru sebaliknya, hujan dipercaya sebagai simbol keberuntungan, rezeki, dan kesuburan. Air hujan dimaknai sebagai lambang kehidupan dan awal yang baik untuk memasuki tahun baru.

Tak sedikit masyarakat yang meyakini bahwa hujan saat Imlek menjadi pertanda datangnya kelimpahan rezeki serta keberuntungan sepanjang tahun.

3. Jejak Sejarah Agraris

Secara historis, perayaan Tahun Baru China berakar dari tradisi agraris. Dalam masyarakat pertanian, hujan memiliki peran penting sebagai sumber kesuburan tanah dan keberhasilan panen. Karena itu, hujan dipandang sebagai simbol harapan, kemakmuran, dan keberlanjutan hidup.

Makna ini kemudian melekat dalam perayaan Imlek hingga sekarang, menjadikan hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga simbol yang sarat makna.