JAKARTA, Cobisnis.com – DPR Amerika Serikat menyetujui paket bantuan Ukraina dan sanksi baru terhadap Rusia meski menghadapi penolakan dari Presiden Donald Trump dan pimpinan Partai Republik. Majelis rendah Kongres itu mengesahkan rancangan undang-undang tersebut dengan hasil pemungutan suara 226 berbanding 195.
Paket tersebut menjadi langkah pro-Ukraina terbesar pada masa jabatan kedua Trump. Selain itu, aturan baru itu memperketat tekanan ekonomi terhadap Rusia. Ketua DPR AS Mike Johnson sebelumnya meminta anggota Partai Republik menolak rancangan tersebut.
Menurut sumber yang mengetahui pertemuan internal partai, Johnson ingin memberi ruang bagi Trump untuk melanjutkan negosiasi dengan Rusia. Namun, 18 anggota Partai Republik memilih mendukung rancangan undang-undang itu bersama anggota Demokrat.
Karena itu, hasil pemungutan suara tersebut dianggap sebagai kritik terbuka terhadap pendekatan Trump dalam perang Rusia dan Ukraina. Partai Republik kini terpecah terkait dukungan kepada Ukraina.
Sebagian anggota menilai Amerika Serikat tidak perlu lagi mengirim bantuan tambahan kepada negara tersebut. Sementara itu, proses membawa rancangan undang-undang ke ruang sidang juga memicu perlawanan terhadap pimpinan Partai Republik.
Anggota DPR dari California, Kevin Kiley, memberikan tanda tangan terakhir yang dibutuhkan untuk memaksa pemungutan suara berlangsung.