Bos Hanania Travel Jadi Tersangka, Mitra di Daerah Mengaku Rugi dan Jadi Sasaran Keluhan Jemaah

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 04 Jun 2026, 21:12 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Seorang mitra Hanania Travel di Jepara, Jawa Tengah, mengaku mengalami kerugian ratusan juta rupiah setelah bergabung dalam program kemitraan perusahaan perjalanan umrah tersebut. Kerugian yang dialami disebut mencapai lebih dari Rp175 juta.

Ulil Albab mengatakan dirinya mengenal Hanania Travel saat menjalankan ibadah umrah bersama istrinya pada 2025. Pengalaman tersebut membuatnya yakin untuk bergabung karena menilai pelayanan perusahaan berjalan dengan baik.

Melihat peluang bisnis umrah di wilayah Jepara dan sekitarnya, Ulil kemudian menyetor dana kemitraan sebesar Rp125 juta. Ia lalu membuka Teras Hanania Jepara pada 2026 untuk melayani calon jemaah dari Jepara hingga Demak.

Sejak beroperasi, kantor tersebut berhasil mengumpulkan 35 pendaftar umrah. Dari jumlah itu, 25 jemaah telah diberangkatkan, sementara 10 orang lainnya hingga kini masih menunggu kepastian keberangkatan.

Selain modal kemitraan, Ulil mengaku mengeluarkan sekitar Rp50 juta untuk kebutuhan operasional dan pembukaan kantor. Menurutnya, seluruh dana pendaftaran jemaah selama ini langsung disetorkan ke rekening pusat Hanania Travel.

Ia menyebut para mitra hanya bertugas mencari calon jemaah dan membantu proses administrasi. Namun sejak kasus ini mencuat, akses informasi dari kantor pusat semakin terbatas sehingga keluhan dari calon jemaah banyak diarahkan kepada para mitra di daerah.

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang melibatkan Hanania Travel kini tengah diproses aparat penegak hukum. Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group, Ahmad Syah Farhan, telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara puluhan mitra dari berbagai daerah turut melaporkan perusahaan tersebut ke Polda Metro Jaya.