Jantung Sehat hingga Tingkat Seluler, Mengapa Mitokondria Penting?

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 22 Sep 2026, 09:46 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menjaga kesehatan jantung selama ini banyak dikaitkan dengan tekanan darah, kadar kolesterol, berat badan, pola makan, dan aktivitas fisik. Namun, proses yang terjadi di dalam sel juga memiliki peran penting dalam menjaga fungsi jantung.

Salah satu bagian sel yang berperan adalah mitokondria. Struktur kecil ini bertugas mengubah zat gizi dari makanan menjadi energi yang dibutuhkan tubuh.

Jantung termasuk organ yang membutuhkan energi dalam jumlah besar karena terus bekerja tanpa henti. Energi dari mitokondria dibutuhkan agar jantung dapat berkontraksi, berelaksasi, dan menyesuaikan kerjanya dengan kebutuhan tubuh.

Seiring bertambahnya usia, fungsi mitokondria dapat mengalami penurunan. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses penuaan pembuluh darah atau vascular ageing yang dapat memengaruhi kesehatan kardiovaskular.

Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu tantangan kesehatan besar di Asia. Berdasarkan studi yang dikutip dalam materi edukasi Herbalife, Asia menyumbang 61,3% dari total kematian akibat penyakit kardiovaskular di dunia.

American Heart Association sebelumnya mengidentifikasi delapan komponen penting untuk menjaga kesehatan kardiovaskular. Faktor tersebut meliputi pola makan sehat, aktivitas fisik, menghindari nikotin, tidur berkualitas, menjaga berat badan, serta mengendalikan glukosa darah, kolesterol, dan tekanan darah.

Di tingkat seluler, sejumlah zat gizi dan senyawa juga banyak diteliti karena berkaitan dengan sistem energi dan fungsi pembuluh darah. Beberapa di antaranya adalah alpha lipoic acid atau ALA, nitric oxide atau NO, kreatin, dan koenzim Q10 atau CoQ10.

ALA berperan dalam sistem pertahanan antioksidan tubuh dan dapat bekerja di lingkungan tubuh yang berbasis air maupun lemak. Senyawa ini ditemukan dalam makanan seperti bayam, brokoli, tomat, kubis Brussel, hati, dan ginjal.

Sementara itu, nitric oxide membantu pembuluh darah rileks dan melebar sehingga aliran darah dapat berlangsung lebih lancar. Produksi NO dapat dipengaruhi oleh usia, pola makan, dan aktivitas fisik.

Beberapa makanan seperti bayam, bit, dan kubis Brussel mengandung nitrat yang dapat diubah tubuh menjadi NO. Ikan dan kacang kacangan juga menyediakan arginin yang digunakan tubuh dalam proses pembentukan NO, sekaligus menyediakan lemak sehat omega 3.

Kreatin turut berperan dalam sistem energi otot, termasuk otot jantung. Senyawa ini membantu menjaga ketersediaan adenosine triphosphate atau ATP, yang menjadi sumber energi bagi sel jantung.

Kreatin dapat diperoleh dari makanan seperti daging merah dan ikan, selain diproduksi secara alami oleh tubuh. Namun, kebutuhan setiap orang berbeda sehingga penggunaan suplemen kreatin perlu disesuaikan dengan kondisi masing masing.

CoQ10 juga berkaitan dengan produksi energi sel dan memiliki fungsi antioksidan. Senyawa tersebut ditemukan dalam daging, ikan, kacang kacangan, dan minyak nabati, sementara tubuh juga mampu memproduksinya secara alami.

Vipada Sae Lao, Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife, mengatakan kesehatan kardiovaskular juga perlu dipahami dari tingkat seluler. Menurutnya, berbagai nutrisi dari makanan maupun suplementasi dapat menjadi bagian dari upaya mendukung sistem energi tubuh.

Meski demikian, kesehatan jantung tidak dapat bergantung pada satu jenis nutrisi atau suplemen. Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur berkualitas, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.