Bahlil gaspol konversi 120 juta motor ke listrik tapi kesiapan infrastruktur masih bikin orang ragu

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 28 Mar 2026, 05:50 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah mulai tancap gas mempercepat transisi energi dengan menargetkan konversi 120 juta motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik dalam waktu tiga tahun ke depan.

Langkah ini dipimpin langsung oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, yang ditunjuk sebagai ketua satuan tugas (satgas) energi bersih oleh Presiden Prabowo Subianto.

Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Salah satu pemicu percepatan ini adalah meningkatnya tensi geopolitik, termasuk potensi gangguan pasokan energi global seperti di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.

Dalam konteks tersebut, pemerintah melihat kendaraan listrik sebagai solusi jangka panjang untuk menekan konsumsi BBM yang selama ini membebani anggaran negara.

Target konversi 120 juta unit motor dinilai ambisius, mengingat jumlah kendaraan roda dua di Indonesia memang mendominasi dan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.

Program konversi ini tidak hanya mencakup penggantian mesin, tetapi juga pembangunan ekosistem pendukung seperti infrastruktur pengisian daya, industri baterai, hingga insentif bagi masyarakat.

Dari sisi ekonomi, langkah ini berpotensi mengurangi impor BBM secara signifikan, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor energi terbarukan dan manufaktur kendaraan listrik.

Namun, tantangan besar tetap ada, mulai dari kesiapan teknologi, biaya konversi, hingga penerimaan masyarakat yang masih terbiasa dengan motor konvensional.

Pemerintah juga diharapkan mampu memastikan harga konversi tetap terjangkau agar program ini tidak hanya dinikmati kalangan tertentu, tetapi bisa menjangkau masyarakat luas.

Selain itu, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan.

Dengan target waktu yang relatif singkat, program ini menjadi ujian nyata bagi komitmen Indonesia dalam menjalankan transisi energi secara cepat dan masif.