JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah berencana menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu sebagai langkah antisipasi krisis energi global.
Usulan ini mencuat di tengah kekhawatiran meningkatnya harga minyak dunia akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi menekan pasokan energi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan hari Jumat menjadi opsi kuat untuk penerapan WFH secara nasional.
Menurutnya, kebijakan ini dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama dari sektor transportasi harian masyarakat.
Purbaya mengakui belum ada angka pasti terkait besaran penghematan BBM yang bisa dicapai dari kebijakan tersebut.
Ia menegaskan bahwa penghematan akan sangat bergantung pada dinamika harga minyak global yang cenderung fluktuatif.
Meski begitu, pemerintah memastikan kebijakan ini tidak akan mengganggu aktivitas ekonomi nasional jika diterapkan secara selektif.
WFH hanya akan berlaku bagi sektor yang memungkinkan bekerja jarak jauh, seperti perkantoran dan layanan administratif.
Sektor yang membutuhkan kehadiran fisik seperti industri manufaktur dan layanan publik tetap akan berjalan normal tanpa perubahan skema kerja.
Purbaya juga menekankan bahwa produktivitas nasional diperkirakan tetap terjaga karena kebijakan ini hanya berlangsung satu hari dalam sepekan.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto disebut memantau langsung rencana kebijakan ini sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional.
Pengumuman resmi terkait kebijakan WFH satu hari ini direncanakan akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam waktu dekat.