Jamkrindo

BSI Optimalkan Rantai Nilai UMKM untuk Perkuat Bisnis Ritel Syariah

Oleh Dwi Natasya pada 15 Jan 2026, 17:41 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mendorong penguatan segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penopang utama pertumbuhan bisnis ritel perseroan. Hingga November 2025, total pembiayaan UMKM BSI tercatat mencapai Rp51,78 triliun dengan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial sebesar 33,91 persen, melampaui ketentuan regulator yang ditetapkan sebesar 30 persen.

BSI menegaskan komitmennya untuk tetap berada di garis depan dalam pengembangan UMKM nasional. Sepanjang 2025, pembiayaan UMKM BSI masih tumbuh secara tahunan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan proses bisnis, serta fokus pada pengembangan ekosistem halal. Di tengah tekanan ekonomi global dan penyesuaian daya beli masyarakat yang berdampak pada perlambatan sejumlah subsektor, kinerja UMKM BSI dinilai tetap resilien dengan kualitas pembiayaan yang terjaga.

Pada periode tersebut, jumlah nasabah UMKM BSI telah mencapai lebih dari 349,71 ribu pelaku usaha. Pertumbuhan pembiayaan syariah ini didominasi sektor perdagangan besar dan eceran, pertanian dan kehutanan, jasa kesehatan, industri makanan dan minuman halal, serta pengelolaan halal value chain.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai stimulus ekonomi dan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis, pembiayaan bersubsidi melalui KUR Syariah, peningkatan kapasitas UMKM lewat pelatihan, serta fasilitasi sertifikasi halal menjadi faktor pendukung keberlanjutan usaha UMKM.

Menurut Erwan, UMKM merupakan pintu awal pembiayaan ritel yang memiliki potensi besar apabila dibina dan didampingi secara berkelanjutan. Pendampingan tersebut mencakup kemudahan akses pembiayaan, program sertifikasi halal, perluasan akses pasar, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan yang merata.

Ia menambahkan, kolaborasi antara perbankan, pemerintah, dan off-taker menjadi kunci agar UMKM dapat naik kelas. BSI sendiri telah menghadirkan UMKM Center di berbagai kota di Indonesia sebagai bentuk pendampingan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan strategi yang tepat dan dukungan regulasi yang kuat, BSI optimistis segmen UMKM akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi syariah nasional pada 2026.