CIO Danantara Pandu Sjahrir Tercatat Punya Saham di Broker Tersanksi

Oleh Hidayat Taufik pada 29 Oct 2026, 22:21 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, tercatat memiliki 27,5% saham PT Supra Sekuritas Indonesia secara tidak langsung.

Kepemilikan ini menjadi perhatian setelah perusahaan sekuritas tersebut dikaitkan dengan sanksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kasus dugaan manipulasi pasar saham, sebagaimana diberitakan Bloomberg pada 29 Oktober 2026.

Berdasarkan catatan perusahaan, Pandu menguasai 99,99% saham PT Asha Artha Sehati. Perusahaan tersebut kemudian memiliki 27,5% saham Supra Sekuritas. Struktur kepemilikan melalui perusahaan perantara ini tercatat sejak akhir 2023.

Perkembangan kasus tersebut muncul ketika pasar modal Indonesia tengah menghadapi tantangan dalam menjaga kepercayaan investor internasional.

Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebelumnya menyoroti persoalan transparansi kepemilikan saham dan dugaan transaksi terkoordinasi di pasar modal Indonesia.

Lembaga penyedia indeks itu juga memperingatkan kemungkinan penurunan status pasar Indonesia menjadi standalone market.

Tekanan terhadap pasar saham turut terlihat setelah peringatan MSCI pada 15 Oktober 2026. Indeks acuan saham Indonesia dilaporkan turun sekitar 10% sejak tanggal tersebut. Jika klasifikasi pasar Indonesia diturunkan, kekhawatiran terhadap potensi keluarnya dana investor asing pun dapat meningkat.

Menanggapi pemberitaan tersebut, juru bicara Pandu menjelaskan bahwa investasi di Supra Sekuritas dilakukan dalam kapasitas pribadi dan bersifat pasif. Pandu disebut tidak pernah menduduki posisi direksi, komisaris, maupun bagian dari manajemen perusahaan.

Ia juga tidak terlibat dalam operasional sehari-hari, aktivitas perdagangan saham, ataupun pengambilan keputusan terkait kepatuhan perusahaan.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, tidak ada indikasi bahwa Pandu dituduh melakukan pelanggaran. Tidak terdapat pula informasi yang menunjukkan bahwa ia memperoleh keuntungan dari investasinya di Supra Sekuritas atau mengetahui aktivitas perdagangan saham PT Dian Swastatika Sentosa yang menjadi perhatian regulator.

Di tengah persoalan tersebut, Pandu tetap menjalankan perannya sebagai CIO Danantara dalam menjalin komunikasi dengan komunitas investasi global. Ia diketahui bertemu dengan CEO MSCI, Henry Fernandez, di New York pada akhir September untuk membahas langkah-langkah yang dapat ditempuh Indonesia guna menghindari penurunan klasifikasi pasar saham.

Melalui pernyataan di akun Instagram pribadinya, Pandu kembali menegaskan bahwa kepemilikan saham minoritas tidak berarti dirinya terlibat dalam pengelolaan perusahaan.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap transparansi, tata kelola yang baik, serta penegakan aturan oleh OJK dan otoritas terkait terhadap pihak yang terbukti melanggar ketentuan pasar modal.

Pandu turut mengapresiasi sikap kritis media dalam mengangkat persoalan tersebut. Ia berharap informasi mengenai kepemilikan sahamnya dapat dipahami secara utuh dan berimbang, dengan tetap membedakan status kepemilikan pribadi dari keterlibatan dalam operasional perusahaan.