Cuaca Kering Belum Berakhir, BMKG Ungkap Prediksi Musim Hujan

Oleh Hidayat Taufik pada 20 Aug 2026, 19:27 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca kering masih akan berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia.

Musim hujan diprediksi mulai kembali pada pertengahan Oktober 2026.

"Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, pertumbuhan awan dalam 10 hari ke depan diperkirakan masih rendah di sejumlah daerah. Kondisi tersebut terutama terjadi di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Maluku, serta sebagian wilayah Papua," di kutip dari BMKG, Kamis (20/08/26).

Dengan kondisi tersebut, masyarakat di wilayah-wilayah tersebut masih perlu mewaspadai periode cuaca kering hingga beberapa waktu mendatang.

Berdasarkan prediksi BMKG, perubahan menuju musim hujan diperkirakan mulai terjadi pada pertengahan Oktober 2026.

Sementara itu, BMKG juga memantau perkembangan titik panas atau hotspot yang berpotensi berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Saat ini terdapat empat provinsi yang menjadi perhatian utama, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua Selatan, dan Kalimantan Timur.

Selain memantau kondisi cuaca, BMKG juga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jakarta sebagai salah satu upaya menangani persoalan polusi udara.

Teuku menjelaskan, kondisi polusi udara di Jakarta salah satunya dipengaruhi minimnya hujan dalam periode yang cukup panjang. Namun, hujan yang mengguyur Jakarta pada Rabu (19/8/2026) disebut terjadi secara alami.

Menurut BMKG, hujan tersebut dipengaruhi pertemuan massa udara basah yang berasal dari Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Pada saat itu, pelaksanaan OMC untuk sementara dihentikan karena terdapat potensi hujan alami.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode kemarau, hujan tetap dapat terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer tertentu.