JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Rusia memerintahkan seorang diplomat Inggris yang bertugas di Moskow untuk segera meninggalkan negara tersebut.
Keputusan ini diambil setelah otoritas keamanan Rusia menuduh diplomat itu terlibat dalam kegiatan intelijen yang dianggap mengancam keamanan nasional.
Menurut laporan media pemerintah Rusia yang mengutip dinas keamanan FSB, diplomat bernama Albertus Gerhardus Janse Van Rensburg disebut menjalankan aktivitas spionase yang bersifat subversif.
Akibatnya, akreditasinya dicabut dan ia diberi waktu dua minggu untuk angkat kaki dari Rusia.
Langkah ini menambah panjang daftar ketegangan diplomatik antara Rusia dan Inggris, yang selama bertahun-tahun kerap saling mengusir staf kedutaan dengan tuduhan serupa. Biasanya, tindakan seperti ini dibalas dengan kebijakan setimpal oleh negara yang terdampak.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga telah memanggil perwakilan Inggris terkait kasus ini. Hingga saat ini, pihak Kedutaan Inggris belum memberikan tanggapan resmi.
Hubungan kedua negara memang tengah memburuk, terutama sejak konflik di Ukraina. Sejumlah insiden masa lalu, seperti kasus keracunan Alexander Litvinenko pada 2006 dan Sergei Skripal pada 2018, turut memperkeruh hubungan dan memperkuat saling tuding terkait praktik spionase.