Israel Ubah Keputusan Setelah Misa Minggu Palma Sempat Dilarang di Yerusalem

Oleh Zahra Zahwa pada 30 Mar 2026, 11:49 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Israel akhirnya membatalkan larangan terhadap misa Minggu Palma di Church of the Holy Sepulchre setelah gelombang kritik internasional muncul atas pencegahan pemimpin gereja memasuki lokasi suci tersebut.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Senin pagi meminta otoritas terkait agar Pierbattista Pizzaballa diizinkan memimpin ibadah sesuai agenda setelah sehari sebelumnya sempat ditahan polisi di perjalanan menuju gereja.

Pihak Latin Patriarchate of Jerusalem menyebut insiden itu sebagai kejadian pertama dalam berabad-abad karena kepala gereja tidak dapat memimpin misa Minggu Palma yang menandai awal Pekan Suci umat Kristiani.

Pembatasan dilakukan dengan alasan keamanan menyusul perang antara Israel dan Iran, termasuk penutupan sejumlah tempat ibadah besar seperti Al-Aqsa Mosque dan Western Wall.

Pemerintah Italy mengecam keputusan awal tersebut dan menilai larangan terhadap pemimpin gereja memasuki lokasi suci merupakan bentuk pelanggaran terhadap kebebasan beragama.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menegaskan Gereja Makam Kudus harus dijaga sebagai situs suci umat Kristen dan tidak boleh dibatasi tanpa alasan proporsional.

Dari Vatican City, Pope Leo XIV juga menyampaikan doa bagi umat Kristen Timur Tengah yang terdampak konflik dan menegaskan bahwa agama tidak boleh dijadikan pembenaran perang.