JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran dilaporkan menghantam fasilitas industri kimia di wilayah selatan Israel pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat.
Serangan tersebut memicu kebakaran besar di kawasan Neot Hovav, yang dikenal sebagai pusat industri pengolahan bahan kimia dan limbah berbahaya. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian.
Otoritas setempat segera merespons dengan mengerahkan tim pemadam kebakaran dan penyelamatan untuk mengendalikan api serta menilai potensi bahaya yang ditimbulkan. Selain itu, peringatan darurat juga dikeluarkan kepada warga sekitar guna mengantisipasi kemungkinan paparan zat kimia berbahaya.
Pihak berwenang mengkhawatirkan adanya kebocoran bahan beracun ke udara akibat kerusakan fasilitas industri tersebut, yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, serta Amerika Serikat yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026. Hingga kini, situasi di lapangan masih memanas tanpa adanya tanda-tanda meredanya konflik.
Upaya diplomasi untuk mencapai gencatan senjata masih belum membuahkan hasil. Sementara itu, tim medis dan penyelamat terus disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan korban jiwa serta dampak kesehatan jangka panjang akibat paparan bahan kimia.