Serangan Israel di Lebanon Picu Kecaman Indonesia, TNI Jadi Korban

Oleh Hidayat Taufik pada 30 Mar 2026, 12:28 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Indonesia mengecam keras insiden serangan di Lebanon yang menyebabkan gugurnya seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan duka cita mendalam atas kehilangan tersebut, sekaligus mendesak dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan terkait kejadian itu.

Indonesia juga kembali menegaskan kecaman terhadap serangan militer Israel di wilayah selatan Lebanon, serta menyerukan agar semua pihak menghormati kedaulatan wilayah, melindungi warga sipil, dan menghentikan aksi kekerasan.

Dalam insiden tersebut, selain satu prajurit yang gugur, tiga personel TNI lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan artileri di sekitar area penugasan kontingen Indonesia.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB harus dijamin sesuai hukum internasional. Segala bentuk serangan terhadap mereka dinilai tidak dapat diterima karena berpotensi merusak upaya menjaga stabilitas dan perdamaian global.

Saat ini, Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak PBB dan otoritas terkait untuk menangani korban serta memantau perkembangan situasi di lapangan.