JAKARTA, Cobisnis.com – Lebih dari 20 juta orang dewasa di Indonesia hidup dengan diabetes. Namun, kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan masih menjadi tantangan besar.
Sebuah studi menunjukkan 43,4 persen pasien diabetes tipe 2 merasa terbebani karena harus menjalani pengobatan setiap hari. Sementara 28,4 persen responden mengaku sering lupa menjalani terapi.
Kondisi tersebut membuat insulin basal mingguan dinilai dapat menjadi alternatif untuk menyederhanakan terapi diabetes. Pendekatan ini juga diharapkan membantu meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan.
Tahun ini, FDA Amerika Serikat menyetujui insulin basal kerja panjang mingguan milik Novo Nordisk. Insulin tersebut digunakan sebagai terapi pendamping diet dan olahraga untuk membantu kontrol gula darah pada pasien diabetes tipe 2 dewasa.
Persetujuan FDA didasarkan pada program uji klinis ONWARDS phase 3a yang melibatkan sekitar 2.680 pasien diabetes tipe 2 dewasa. Program tersebut membandingkan insulin basal mingguan dengan insulin harian.
Hasil uji klinis menunjukkan insulin mingguan memberikan penurunan kadar HbA1c yang setara dengan insulin basal harian. Profil keamanannya juga dinilai konsisten dengan terapi insulin harian.
Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar, menyebut inovasi insulin basal mingguan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pasien diabetes melalui akses dan inovasi pengobatan.
Selama lebih dari 20 tahun, Novo Nordisk juga terus menghadirkan inovasi terapi diabetes di Indonesia. Masyarakat diimbau berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai atau mengubah pengobatan diabetes.