Sebelum Ada Kulkas, Orang Manggarai Sudah Pakai Teknik Ini untuk Awetkan Daging Berbulan-bulan

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 25 May 2026, 11:21 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Jauh sebelum kulkas dikenal luas di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, masyarakat setempat sudah memiliki cara tradisional untuk menyimpan daging agar tahan lama. Teknik tersebut dikenal dengan nama cuwing, yaitu metode pengasapan daging yang diwariskan turun-temurun.

Dalam prosesnya, daging mentah diletakkan di atas lobo atau rak kayu yang berada tepat di atas tungku api dapur tradisional. Asap dan panas dari api yang menyala setiap hari perlahan mengeringkan daging hingga bisa bertahan selama berbulan-bulan.

Getrudis Laut yang berasal dari Rai Cancar, Manggarai, mengingat tradisi ini sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat dulu. Setelah benar-benar kering, daging biasanya disimpan dalam wadah bambu dan digunakan sebagai stok lauk keluarga.

Bumbu yang dipakai juga sangat sederhana. Masyarakat biasanya hanya menambahkan garam tanpa campuran penyedap lain. Saat akan dimakan, daging cukup direbus atau dibakar kembali.

Kini tradisi cuwing mulai diperkenalkan ke dunia kuliner modern lewat Kitchen Garden di Labuan Bajo. Restoran tersebut menghadirkan menu khas Manggarai dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

Di tangan Michael IWA, proses pembuatan cuwing disesuaikan dengan standar keamanan pangan modern sehingga teksturnya menjadi lebih empuk dan mudah dinikmati banyak orang.

Menu cuwing di restoran itu hadir dalam dua pilihan, yaitu ayam dan daging sapi, yang disajikan bersama nasi jagung serta sambal khas lokal. Tradisi yang dulu lahir dari kebutuhan menyimpan makanan kini justru menjadi salah satu daya tarik kuliner khas Nusa Tenggara Timur.