Naoko Watanabe, Perempuan Jepang yang Dua Kali Sehari Kerja di Rumah Sakit dan Tiga Kali ke Puncak K2

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 25 May 2026, 08:06 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Naoko Watanabe mencatat sejarah sebagai wanita pertama yang berhasil tiga kali mencapai puncak K2. Gunung setinggi 8.611 meter itu dikenal sebagai salah satu gunung paling berbahaya di dunia.

Menariknya, Watanabe bukan atlet atau pendaki profesional. Perempuan asal Jepang berusia 44 tahun itu bekerja sebagai perawat dan memilih sistem kerja paruh waktu agar tetap punya waktu untuk mendaki gunung.

Perjalanan pendakiannya dimulai sejak 2006 saat masih kuliah keperawatan. Ketika itu, ia berhasil mendaki Cho Oyu yang menjadi gunung pertama di atas 8.000 meter yang berhasil ia capai.

Setelah mulai bekerja di rumah sakit, Watanabe merasa sulit membagi waktu antara pekerjaan dan hobinya. Karena itu, ia memutuskan menjadi perawat paruh waktu supaya bisa terus mengikuti ekspedisi pendakian.

Selama hampir 20 tahun, ia sudah menjalani 31 ekspedisi besar di berbagai pegunungan dunia. Pada 2024, Watanabe juga berhasil menjadi wanita Jepang pertama yang menuntaskan pendakian seluruh 14 gunung di atas 8.000 meter setelah mencapai puncak Shishapangma.

Pengalaman sebagai tenaga medis ikut membantunya saat menghadapi situasi berbahaya di gunung. Saat mencoba mendaki Mount Everest pada 2011, ia memilih turun sebelum puncak karena menilai kondisi cuaca terlalu berisiko.

Kini Watanabe ingin lebih banyak berbagi pengalaman dengan pendaki biasa. Ia ingin menunjukkan bahwa pegunungan Himalaya bukan hanya untuk pendaki profesional, tetapi juga bisa dinikmati siapa saja dengan cara yang aman dan santai.